Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Pantau 19 Kabupaten/Kota yang Alami Kenaikan Kasus Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 22 November 2021 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 620 2505734 pemerintah-pantau-19-kabupaten-kota-yang-alami-kenaikan-kasus-covid-19-cIlLoZ2Joj.jpg Menkes Budi Gunadi (Foto :YouTube/Sekretariat Presiden)

JELANG libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), situasi pandemi Covid-19 di Indonesia masih terpantau baik. Tidak ada kenaikan drastis yang terjadi pada setiap daerah.

Hal membuat Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merasa sedikit tenang. "Situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota dan provinsi masih baik, sehingga tidak perlu khawatir," kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (22/11/2021).

Menkes Budi

Meski terpantau aman, pemerintah pusat terus melakukan monitoring wilayah mana saja yang memiliki potensi kenaikan kasus. Didapati data bahwa ada dua kota yakni Fakfak, Papua, dan Purbalingga, Jawa Tengah, yang dipantau pusat efek dari laporan kenaikan kasus di empat minggu berturut-turut.

"Fakfak dan Purbalingga selama empat minggu berturut-turut alami kenaikan kasus konfirmasi Covid-19, meski jumlahnya masih kecil, positivity ratenya rendah, dan BOR rumah sakitnya juga masih rendah," terangnya.

Baca Juga : Pasien Diabetes Lebih Rentan Terinfeksi Covid-19, Lakukan Ini Selama Pandemi

Menkes Budi melanjutkan, dengan temuan tersebut, pemerintah pusat bakal selalu memantau seluruh kabupaten/kota dan provinsi agar tidak terlambat mengantisipasi bila terjadi kenaikan kasus.

"Ada satu kota yakni Lampung Utara yang sudah tiga minggu berturut-turut naik dan ada 16 kota yang selama dua minggu kasusnya naik. Jadi, totalnya ada 19 kota yang kami monitor dan surveillance secara ketat karena ada kenaikan kasus yang naik lebih dari dua minggu," tambah Menkes Budi.

Baca Juga : 4 Hal yang Bisa Jadi Pemicu Kasus Covid-19 Melonjak Usai Libur Nataru

Pemerintah juga memperhatikan kota-kota tersebut tentang apa yang harus diperbaiki, yakni terkait dengan tracing dan testingnya. Jadi testing harus dilakukan terhadap orang-orang yang kontak erat hasil dari tracing.

"Kami melihat kota-kota yang mengalami kenaikan, disiplin untuk tracingnya kontak eratnya dan melakukan testing bagi orang yang mengalami kontak erat sudah sangat rendah. Oleh karena itu kami mengimbau seluruh pimpinan daerah, bupati, wali kota, untuk sama sama menjaga disiplin tracing dan juga testingnya. Ini sangat perlu dan penting untuk bisa mencegah adanya gelombang baru," ungkap Menkes.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini