Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ancaman Banjir Rob di Pesisir Utara Jakarta, Pemprov DKI Lanjutkan Pembangunan Tanggul Pantai NCICD

Muhammad Refi Sandi, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 620 2513138 ancaman-banjir-rob-di-pesisir-utara-jakarta-pemprov-dki-lanjutkan-pembangunan-tanggul-pantai-ncicd-VTq6JaGTnX.jpg Ilustrasi banjir. (Foto: Heru H/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya melakukan antisipasi terhadap banjir banjir rob yang sering terjadi, terutama di wilayah pesisir Jakarta Utara.

Salah satu caranya adalah dengan pembangunan tanggul pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di sepanjang pesisir Ibu Kota. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI Yusmada Faizal mengatakan pihaknya telah melaksanakan pembangunan tanggul NCICD sejak tahun 2016 hingga 2019, kemudian dilanjutkan kembali di tahun 2021, dengan target total sepanjang 790 meter.

NCICD merupakan proyek strategis nasional untuk membangun tanggul pantai di sepanjang garis pantai Jakarta. Selain untuk menanggulangi banjir rob, pembangunan tanggul NCICD dilakukan sebagai upaya pengamanan dan penataan kawasan pesisir Utara Jakarta serta perbaikan lingkungan.


Baca juga: Paus Dorong Anak Muda Tidak Tergoda Konsumerisme dan Terobsesi Penampilan


Baca juga: Tawuran Sekelompok Remaja Pecah di Pasar Gembrong Baru Jakpus

 

Saat ini pembangunan tanggul NCID terkendala tingginya pasang laut yang terjadi sejak Jumat, 3 Desember 2021 di beberapa area seperti Jalan Lodan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Muara Baru, dan Kawasan Si Pitung Marunda. Laut pasang terjadi pada pagi hari mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, dan mulai surut di siang hingga malam hari.

Yusmada menekankan bahwa proses pembangunan tanggul NCICD akan terus diupayakan secara berkelanjutan dengan kolaborasi bersama berbagai pihak, terutama para stakeholder yang aktivitasnya bersinggungan langsung dengan trace tanggul NCICD.

"Dinas SDA akan mendorong dan mengupayakan agar para stakeholder yang berada di area pesisir Jakarta juga dapat turut membantu dalam proses pembangunan tanggul. Sehingga target untuk mengamankan wilayah pesisir DKI Jakarta dapat segera tercapai," ujar Yusmada dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/12/2021).

Yusmada memaparkan bahwa banjir rob terjadi akibat air laut yang melimpas melewati tanggul karena tinggi tanggul eksisting saat ini tidak dapat menahan gelombang pasang air laut, terutama jika Tinggi Muka Air (TMA) laut melebihi +240 PP. Sementara, rata-rata tinggi genangan yang terjadi akibat banjir rob tersebut setinggi 20-50cm.

Lebih lanjut, Yusmada menuturkan bahwa Dinas SDA juga berencana akan membangun 2 sistem polder pesisir yaitu Polder Kamal dan Polder Marunda, yang pembangunannya terdiri dari Pintu Air, Pompa, dan Waduk.

"Polder tersebut nantinya akan terintegrasi dengan tanggul NCICD yang saat ini masih berproses," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini