Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada 4 Kasus Omicron di Bekasi, Satgas Covid-19 Sebut Hanya Kesalahpahaman

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 620 2514418 ada-4-kasus-omicron-di-bekasi-satgas-covid-19-sebut-hanya-kesalahpahaman-j3cWC4Fkro.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SAMPAI saat ini memang belum ada kasus positif Covid-19 dari varian omicron. Tapi, beberapa waktu belakangan heboh adanya 4 kasus varian baru virus Corona B.1.1.529 atau lebih dikenal dengan Omicron di DKI Jakarta dan sekitar.

Berdasarkan hasil klarifikasi terakhir ke Litbangkes Kementerian Kesehatan RI pada 8 Desember pukul 14.30, sampai saat ini belum ditemukan varian baru Omicron di DKI Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainiarti pun menyanggah kabar 4 orang warga DKI Jakarta terpapar varian Omicron.

Sebagaimana diketahui, kemarin beredar informasi yang menyebutkan bahwa varian Omicron telah menginfeksi empat orang warga Indonesia. Hal tersebut diungkapkan dalam pemberitaan yang diunggah laman resmi Pemerintah Kabupaten Bekasi. Alhasil kabar ini dengan cepat beredar luas di media sosial dan menggemparkan masyarakat di Indonesia.

“Kemarin saya coba menjelaskan berita yang tentang dugaan warga Kabupaten Bekasi . Bahwa yang positif tersebut bukan warga Kabupaten Bekasi bukan juga yang positif Omicron itu warga Jakarta dan kejadiannya sudah lama tanggal 23 November sudah selesai karantinanya di Wisma Atlet Jakarta. Dan juga bukan Omicron,” ujar Enny, merangkum dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Bekasi, Rabu (8/12/2021)

Dalam siaran pers tersebut, Enny menjelaskan bahwa berita yang pertama ditanyakan wartawan dan dijelaskan ceritanya, tidak ada yang mengatakan Omicron. Hal senada juga disampaikan Wakil Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Masrikoh di Cikarang.

Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan tidak ada temuan kasus varian baru virus corona dengan kode B.1.1.529 atau dikenal Omicron asal Afrika Selatan. "Zero case (nol kasus) tidak ada temuan Omicron, saya pastikan," kata Masrikoh.

Dia mengatakan 42 kasus aktif di wilayahnya per hari ini seluruhnya merupakan kasus Covid-19 dan tidak ada varian virus Omicron seperti yang dimaksud. Jumlah kasus aktif itu pun mengalami penurunan dari 48 kasus sehari sebelumnya.

"Ada kesalahpahaman soal temuan kasus positif pekan lalu. Kebetulan pemeriksaan dilakukan di salah satu laboratorium wilayah kami dan itu juga belum dapat dipastikan varian baru, infonya sedang diperiksa di laboratorium kesehatan Jawa Barat," lanjutnya.

Masrikoh menjelaskan temuan kasus positif itu bermula saat 20 Warga Negara Asing bersama tujuh Warga Negara Indonesia tiba dari luar negeri di terminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno Hatta beberapa pekan lalu. Sesuai kebijakan pemerintah, sebanyak 19 warga di antaranya melakukan kewajiban tes PCR yang sampelnya diproses di Laboratorium Farmalab Cibitung, Kabupaten Bekasi.

"Hasilnya positif, saat ini mereka sudah melakukan isolasi di hotel pilihan dan wisma atlet. Tidak ada warga Bekasi jadi semua isoman di Jakarta meskipun laporan NAR-nya masuk ke kita," tambahnya.

Pihaknya mengaku persoalan ini sudah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang ditindaklanjuti dengan pendataan langsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan pihaknya secara aktif melakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) setiap harinya untuk mendeteksi varian virus corona.

“Setidaknya sudah 2.500 spesimen diperiksa dan 40 persen di antaranya adalah variant of concern dan sejauh ini tidak ditemukan varian Omicron. Pemeriksaan WGS sendiri dilakukan di Litbangkes Kemenkes RI dengan beberapa lab WGS jejaring Litbangkes di DKI Jakarta,” terang Widyastuti.

Dinkes Provinsi DKI Jakarta mendapatkan hasil pemeriksaan WGS melalui Litbangkes Kemenkes RI secara periodik. Akan tetapi sampai berita ini diturunkan belum ditemukan Omicron. Minggu lalu ditemukan klaster kasus positif dari perjalanan luar negeri, yang kemudian sudah dilakukan pemeriksaan WGS dan Tes, Lacak, Isolasi yang akurat. Akan tetapi hasil WGS bukan merupakan Omicron.

Dinkes Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan perpanjangan karantina pelaku perjalanan luar negeri selama 10 hari dan 14 hari untuk mencegah penyebaran varian baru Omicron. “Penguatan surveilans WGS dan 3T terus ditingkatkan, selain upaya 6M dan vaksinasi yang optimal,” tutup Widyastuti.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini