Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejak Zaman Kolonial, Gus Menteri Ungkap Sejarah Awal Mula Transmigrasi di Nusantara

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Senin 13 Desember 2021 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 620 2516439 sejak-zaman-kolonial-gus-menteri-ungkap-sejarah-awal-mula-transmigrasi-di-nusantara-IrvwSs9ZvF.jpg Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar/ Kemendes

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memimpin Upacara Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-71 yang di laksanakan di halaman Kantor Bupati Pesisir Selatan, Senin (13/12/2021).

(Baca juga: Mendes PDTT: Pemda Punya Peran Penting dalam Membangun Desa)

Dalam kesempatan tersebut, Gus Halim, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar, membeberkan awal mula sejarah transmigrasi di Nusantara.

Menurutnya, transmigrasi sudah lama diimplementasikan di Nusantara, bahkan sejak masa kolonialisme Belanda, yaitu pada 1905. Pada tahun itu, pemerintah kolonial, untuk pertama kalinya, memberangkatkan 155 kepala keluarga (KK) transmigran, yang berasal dari Kedu, Jawa Tengah, menuju Gedong Tataan, Provinsi Lampung.

(Baca juga: Begini Cara Pemerintah Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia)

Sedangkan Pemerintah Indonesia melaksanakan program transmigrasi untuk pertama kalinya, tepat pada 1950 tepatnya pada 12 Desember, ketika Jawatan Transmigrasi memberangkatkan 25 kepala keluarga atau 98 jiwa transmigran menuju Lampung dan Lubuk Linggau.

"Sejak saat itulah, tanggal 12 Desember kita kenal dan selalu kita peringati sebagai Hari Bhakti Transmigrasi," katanya.

Dia juga mendorong revitalisasi kawasan transmigrasi di Tanah Air. Revitalisasi ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas perekonomian di kawasan transmigrasi sebagai wujud nyata implementasi SDGs Desa untuk pembangunan berkelanjutan.

"Pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan seperti diamanahkan Perpres Nomor 59 Tahun 2017. Untuk itu, tidak ada lagi penambahan kawasan transmigrasi baru. Yang ada revitalisasi," ulasnya.

Dia menjelaskan, revitalisasi kawasan transmigrasi telah menjadi prioritas rencana pembangunan jangka menengah nasitonal. Menurutnya, ada 52 kawasan transmigrasi yang ditetapkan sebagai prioritas nasional, dan 100 kawasan transmigrasi yang menjadi target prioritas Kemendes PDTT.

"Revitalisasi kawasan transmigrasi ini untuk kian menyejahterakan para transmigran. Selain itu revitalisasi ini juga harus memberikan dampak positif bagi wilayah di sekitar Kawasan transmigran, karena pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi harus selaras dengan pertumbuhan ekonomi di desa-desa sekitarnya," tutupnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini