Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rekomendasi WHO: Mereka yang Disuntik Vaksin Sinovac Harus Dapat Booster Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 15 Desember 2021 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 620 2517321 rekomendasi-who-mereka-yang-disuntik-vaksin-sinovac-harus-dapat-booster-covid-19-t8hK5bECg5.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH Indonesia berencana memberikan vaksin Covid-19 dosisi ketiga atau yang biasa disebut dengan vaksin booster, seiringa dengan adanya varian-varian baru Covid-19. Pasalnya, varian baru tersebut memang melemahkan antibodi yang telah dibentuk oleh vaksin, ditambah lagi antibodi vaksin hanya efektif selama 6 bulan.

Meski begitu, kendala ada di ketersediaan vaksin di Indonesia. Lantas, siapa saja yang harus menjadi prioritas pemberian vaksin dosis ketiga? Mengutip Reuters, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) WHO merekomendasikan orang-orang yang memiliki masalah imunitas alias kekebalannya terganggu untuk mendapat vaksin.

Selain itu, menurut WHO mereka yang mendapat vaksin Covid-19 jenis inactivated juga harus menerima dosis penguat alias vaksin booster untuk melindungi diri dari berkurangnya imun.

Sebagai informasi, vaksin jenis inactivated atau vaksin tidak aktif adalah jenis vaksin yang mengambil virus SARS-CoV-2 dan menonaktifkan (membunuhnya) menggunakan bahan kimia, panas atau radiasi yang contohnya dibuat oleh salah satu produsen vaksin Covid-19 asal China, PT. Sinovac Biotech Sinopharm dan Bharat Biotech India.

Rekomendasi ini muncul setelah Kelompok Ahli Penasihat Strategis (SAGE) mengadakan pertemuan pada hari Selasa lalu untuk mengevaluasi kebutuhan akan vaksin booster Covid-19.

“Untuk saat ini kami terus mendukung perlunya pemerataan distribusi vaksin dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka punya masalah kesehatan atau orang yang telah menerima vaksin inaktif,” kata Alejandro Cravioto, ketua SAGE.

Alejandro menyebutkan, pada dasarnya vaksin memberikan tingkat perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah setidaknya selama enam bulan. Meskipun data menunjukkan kekebalan berkurang terhadap penyakit parah pada orang dewasa yang lebih berumur dan juga kelompok orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Hal senada juga diungkapkan Kate O’Brien, direktur department imunisasi WHO. “Vaksin Covid-19 memberikan perlindungan 'sangat baik' hingga enam bulan setelah dosis terakhir, dengan adanya beberapa penurunan kecil dan sedang dalam proteksinya,” tambah Kate.

Sejauh ini, sudah banyak negara yang sudah memulai suntikan booster dengan menargetkan orang tua dan kelompok individu yang punya masalah-kondisi kesehatan tertentu. Tetapi, berkaca pada situasi terakhir yakni lajunya penyebaran varian Omicron baru yang lebih menular telah mendorong beberapa negara untuk memperluas penggunaan vaksin booster ke sebagian besar populasi penduduknya.

Masih belum meratanya vaksinasi, terutama di sebagian besar negara berkembang. Beberapa bulan terakhir memang WHO sendiri diketahui sebelumnya giat menyerukan bahwa pemberian vaksin dosis utama baik itu single atau dua dosis harus menjadi prioritas daripada suntikan booster.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini