Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terdeteksi di Indonesia, Pakar IDI: Tingkah Laku Omicron Tak Sama di Tiap Negara

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 16 Desember 2021 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 620 2517919 terdeteksi-di-indonesia-pakar-idi-tingkah-laku-omicron-tak-sama-di-tiap-negara-93WjDlFsB8.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VARIAN Omicron akhirnya terdeteksi masuk ke Indonesia, setelah seorang pegawai kebersihan di RS Darurat Wisma Atlet Jakarta terdeteksi varian tersebut. Selain seorang pegawai kebersihan tersebut, ada lima lain yang dalam kondisi masih diduga Omicron.

Dari 5 kasus tersebut, 2 kasus adalah warganegara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Amerika Serikat dan Inggris. Sementara 3 lainnya adalah warganegara asing (WNA) yang berasal dari Tiongkok (China) dan datang ke Manado, Sulawesi Utara.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengatakan, meskipun kasus kematian akibat varian Omicron rendah, yang harus dipahami adalah apa yang terjadi di belahan dunia lain, belum tentu sama dengan yang terjadi di Indonesia.

"Ingin tahu Omicron? Lihat data Afsel. Kasus baru tinggi, kematian rendah. Tentu kematian bukan sekadar angka. Saya sadar itu. Mungkin juga tak akan sama “tingkah laku” Omicron di tiap negara. Tapi setidaknya sejauh ini begitu. Pandemi kan dinamis dan berubah-ubah. Terima kasih," tulis prof Zubairi di akun Twitternya @ProfesorZubairi.

Oleh karena itu, dia menilai kemunculan varian Omicron di Afrika Selatan tidak perlu terlalu dikhawatirkan meskipun tingkat penularan amat tinggi. Dia pun memaparkan data kasus kematian omicron yang terjadi di Afsel pada awal Desember ini.

"Data kematian Afsel, negara dengan kasus Omicron terbanyak. 25 November 144 jiwa, 26 November 12 jiwa, 27 November 8 jiwa, 28 November 6 jiwa, 29 November 25 jiwa," beber Zubairi dalam akun Twitter pribadinya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa masuknya Omicron ke Indonesia karena perjalanan luar negeri. Dijelaskan Menkes Budi, saat ini selain 1 orang terkonfirmasi Omicron, ada 5 kasus probable Omicron. Kelima kasus tersebut adalah orang-orang yang baru saja melakukan perjalanan luar negeri.

Dalam studi kasus yang dilakukan di Hong Kong, kasus seperti ini terjadi di sana bahwa orang yang bekerja di tempat karantina dia bisa saja terpapar dari orang-orang yang sedang karantina.

Jadi, besar kemungkinan, pasien N yang merupakan pegawai kebersihan di Wisma Atlet yang tidak punya riwayat perjalanan luar negeri, terpapar Omicron dari orang yang sedang menjalani karantina karena baru saja kembali dari perjalanan luar negerinya.

Pasien N pun dilaporkan tidak mengalami gejala. Dalam laporan yang diterima, ketiga orang yang positif Covid-19 dengan satu di antara terpapar Omicron, tanpa gejala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini