Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

110 Negara Laporkan Kasus Omicron, Kemenkes: Waspada Gelombang Covid-19

Binti Mufarida, Jurnalis · Jum'at 24 Desember 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 620 2522214 110-negara-laporkan-kasus-omicron-kemenkes-waspada-gelombang-covid-19-Z0FwC0pB7W.jpg Illustrasi (foto: freepick)

JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini sudah 110 negara yang melaporkan kasus varian Omicron. Sehingga, harus waspada terhadap potensi adanya gelombang Covid-19 di berbagai negara.

“Saat ini omicron menjadi varian yang menyita banyak perhatian terutama dengan karakteristiknya yang memungkinkan untuk memunculkan gelombang Covid-19 di berbagai negara,” kata Nadia saat Konferensi Pers secara virtual, Jumat (24/12/2021).

Baca juga:  Omicron Disebut Tak Terlalu Ganas daripada Delta, Ini Reaksi Pakar Kesehatan

WHO kata Nadia, melaporkan per tanggal 23 Desember sudah ada 110 negara yang melaporkan telah mendeteksi kasus Omicron ini baik yang diperoleh dari para pelaku perjalanan maupun yang diperoleh dari penularan komunitas yang artinya sudah ada penularan di dalam masyarakat.

“Kita harus mulai bersiap dan waspada jika gelombang berikutnya mungkin akan muncul, seiring dengan meluasnya varian baru Omicron,” tegasnya.

Baca juga:  Studi Ungkap Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Tak Beri Perlindungan dari Varian Omicron

Nadia mengatakan tingkat Omicron diyakini melebihi varian Delta sehingga bisa sampai dengan 3 kali. “Sehingga negara Inggris yang juga telah memprediksi bahwa varian Omicron akan menjadi varian yang mendominasi di negara tersebut di awal tahun 2022,” paparnya.

“Sejauh ini kita ketahui gejala yang ditimbulkan oleh varian omicron adalah lebih ringan daripada varian-varian lain termasuk varian Delta. Namun studi masih terus dilakukan untuk memahami karakteristik varian baru ini,” kata Nadia.

WHO, kata Nadia, dalam laporannya menyampaikan bahwa resiko untuk semua negara masih dikategorikan sangat tinggi.

“Dengan mempertimbangkan varian dominan saat ini yang masih di negara kita adalah dan juga di global adalah varian Delta yang tentunya sempat memunculkan gelombang besar di berbagai negara,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini