Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BP2MI Duga Oknum Prajurit TNI Terlibat Pengiriman PMI Ilegal Korban Kapal Tenggelam

Riezky Maulana, Jurnalis · Rabu 29 Desember 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 620 2524226 bp2mi-duga-oknum-prajurit-tni-terlibat-pengiriman-pmi-ilegal-korban-kapal-tenggelam-Iv6DEISjFK.jpg Kepala BP2MI Benny Rhamdani. (Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyatakan ada dugaan keterlibatan oknum prajurit TNI dalam pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia. Institusi yang dimaksud yaitu TNI AL dan TNI AU.

Dugaan itu berdasarkan hasil investigasi tim khusus BP2MI, terhadap peristiwa kapal pengangkut Pekerja migran indonesia (PMI) ilegal yang tenggelam di perairan Johor, Malaysia.

"Adanya dugaan keterlibatan oknum TNI AL dan oknum TNI AU. adanya dugaan keterlibatan yang memiliki peran masing-masing dalam membantu kegiatan pengiriman PMI ilegal," ujar Benny di Jakarta, dikutip Rabu (29/12/2021).

Benny memaparkan, dirinya akan melaporkan hasil temuan investigasi ini ke pimpinan masing-masing instansi. Tak hanya itu, Benny mengaku akan bertemu Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa guna membahas masalah tersebut.

"Kami tentu gunakan kata dugaan karena kami akan serahkan masalah ini kepada pimpinan dari instnasi masing-masing. Saya akan coba nanti bertemu Panglima TNI," ucapnya.

Baca Juga :  11 Jenazah TKI Ilegal Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Tiba di Batam

Berdasarkan hasil investigasi, Ketua Tim Investigasi Irjen Pol Achmad Kartiko menyebutkan, kegiatan pengiriman PMI ilegal ke Malaysia dilakukan secara terorganisas. Kendati demikian, kasus ini masih akan dikembangkan.

"Prosesnya adalah membantu transportasi mereka dari bandara kemudian ke lokasi pelabuhan dan sampai dengan proses keberangkatan. jadi masih proses pengembangan," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pada 15 Desember 2021, kapal pengangkut TKI ilegal ditemukan terbalik di Perairan Tanjung Balau, Johor Bahru, Malaysia.

Kapal yang diduga berangkat dari Tanjung Uban, Bintan, Kepri itu, masuk ke Malaysia secara ilegal. Cuaca buruk diduga menjadi penyebab musibah tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini