Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Tentang Abah Lala, Pencipta Jargon Cendol Dawet yang Dipopulerkan Didi Kempot

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 620 2525131 5-fakta-tentang-abah-lala-pencipta-jargon-cendol-dawet-yang-dipopulerkan-didi-kempot-XdPXe575Tz.jpg Abah Lala. (Foto: Instagram)

LAGU Pamer Bojo dan jargon Cendol Dawet dipopulerkan Didi Kempot yang kini sangat familier di telinga banyak kalangan. Abah Lala ternyata sang pencipta lagu serta jargon unik Cendol Dawet ini.

Anda mungkin asing dengan sosok Abah Lala ini. Banyak fakta dan kisah menarik tentang hidupnya sepanjang berkarier sebagai seniman.

Dirangkum Okezone, Kamis (30/12/2021), berikut adalah lima fakta tentang Abah Lala yang patut disimak.

Awal karier Abah Lala

abah lala

Abah Lala merupakan seniman asal Kota Boyolali Jawa Tengah. Sebelum menjadi penyanyi, Abah Lala adalah seorang Seniman Gedruk (kesenian tarian daerah Boyolali) yang bernama “SALEHO”, group Saleho ini yang membuat Abah Lala bisa memperkenalkan kesenian daerah sampai ke mancanegara loh.

Abah Lala pun diberikan kepercayaan untuk memimpin group tersebut agar bisa diperkenalkan ke masyarakat luas. Ia bukan hanya menampilkan tarian tradisional, namun juga mengkolaborasikan banyak kesenian daerah dengan lagu dangdut campursari.

Ingin pula mengajak generasi muda di kampung halamannya, Abah Lala pun mengajak oang-orang untuk berkarya lewat musik tradisional dengan mendirikan Orkes Melayu MG 86.

Perkenalkan dangdut ke anak muda

Seiringi waktu, Abah Lala bersama Orkers Melayu MG 86 mengajak anak muda untuk mencintai dangdut. Tak disangka, mereka kerap manggung di cafe-cafe serta kampus di Yogyakarta.

Salah satunya adalah mengisi acara di UGM, Yogyakarta sempat menjadi viral di media sosial karena antusias penonton yang ramai joget saat menampilkan Pamer Bojo.

Kisah di balik jargon Cendol Dawet

Alasan Abah Lala menciptakan jargon Cendol Dawet karena dia melihat musik dangdut zaman sekarang identik dengan unsur kalimat-kalimat tak pantas bernada menggoda.

Tapi tak disangka, kreativitas Abah Lala memunculkan jargon yang sangat sederhana tetapi bermakna dan mudah diikuti pencinta musik dangdut.

"Cendol Dawet Lima Ratusan Ga Pakai Ketan…1, 2, 3, 4 Tak..kinta…kintang…yoyoyo joss….” Begitulah bunyi jargon saat para penonton meneriaki sautan dari Abah Lala ketika perform.

 

Viral dengan Gede Roso dan lagu lain

Setelah Pamer Bojo, Abah Lala juga makin eksis dengan single Gede Roso. Lagu ini sempat menjadi viral di beberapa program televisi dan YouTube yang telah disaksikan sebanyak 23 juta penonton.

Lalu ada juga lagu Aku Sing Berjuang, Dewe Dewe, Pengen Nduweni, Nyikso Rogo, Ra Ngedan Ora Bebas, Nahan Rindu, setiap lagu-lagu yang sukses di release menceritakan tentang keseharian Abah Lala bersama rekan-rekan MG 86.

Menutup akhir 2021 dengan Story

Untuk melengkapi akhir tahun 2021, Abah Lala merilis single ke-8 berjudul Story. Lagi-lagi Abah Lala membuat lagu yang isi nya tentang kehidupan sehari-hari.

Abah Lala mengatakan, dari setiap kegiatan disekitarnya bisa menjadikan inspirasi buat Abah Lala untuk bisa menjadikan itu sebuah karya lagu.

"Walaupun kondisi di tengah pandemi Covid-19 yang tak ujung selesai ini, Abah Lala masih tetap selalu semangat untuk menciptakan lagu karena di single ke-8 yang berjudul “Story” merupakan krritik sosial yang menurut Abah Lala mengubah konsep kehidupan bersosial masyarakat, khususnya kawula muda saat ini," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini