Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Diramal Alami 378 Ribu Kasus Covid-19 pada April, Mungkin Terjadi?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 620 2528272 indonesia-diramal-alami-378-ribu-covid-19-pada-april-mungkin-terjadi-X2uDZ0MZqI.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

LEMBAGA riset asal Amerika Serikat (AS) Health Metrics and Evaluation (IHME) di bawah Washington University, memperkirakan akan ada lonjakan Covid-19 di Indonesia. Lembaga tersebut memperkirakan ada 378 ribu kasus Covid-19 per hari hingga April 2022.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan Indonesia bisa saja mengalami ledakan Covid-19. Namun, potensi ledakan tersebut sangat kecil terjadi.

Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mencegahnya adalah tetap patuh terhadap protokol kesehatan, menghindari ruang tertutup, tidak berkumpul ataupun melakukan makan bersama.

"Tetap perluas vaksinasi secara cepat 2 dosis dulu. Jika ada booster maka akan lebih baik," kata dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal.

Ia menambahkan meski saat ini kondisi Covid-19 di Indonesia cenderung menurun dan terkendali, namun ada baiknya masyarakat tidak cuek. Masyarakat justru harus tetap waspada, mengingat saat ini Indonesia baru saja melewati periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Kerja, ya kerja aja. Nyari duit, nyari duit aja, liburan silahkan. Tapi tetaplah lagi-lagi protokol kesehatan. Supaya kita menang semua. Artinya supremasi kita di bidang ekonomi kemajuan dan sebagainya kita harus jaga," kata dia.

Dia melanjutkan, ada lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Padahal, sudah 77 persen dari populasi di Amerika telah mendapatkan vaksin full dosis. "Bahkan 20 persen sudah booster (dosis ketiga) tapi meledaknya satu hari sampai 1 juta, yang meninggal hampir 1.600 per hari," katanya.

Selain itu, masyarakat AS yang dirawat inapnya akibat Covid-19 juga mencapai sekira 109 ribu per hari. Kondisi ini terjadi meskipun AS sudah memiliki kekebalan tubuh. Dokter Fajri mengatakan minimnya protokol kesehatan yang menyebabkan terjadinya ledakan kasus Covid-19.

"Lain cerita dengan Inggris walaupun udah sampai 180 ribu per hari tapi yang masuk rumah sakit tidak sebanyak AS. Norwegia, Denmark dan negara-negara maju lainnya tidak memiliki kasus meninggal separah AS.

Menurut Dokter Fajri, situasi Covid-19 di Indonesia berbeda dari Amerika ataupun Inggris."Sejauh ini angka positivity rate Indonesia bagus sekali di bawah 1 persen. Artinya belum ada indikasi ke sana (meledak seperti di AS)," tuntasnya.

Senada, Jur Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa berbagai prediksi yang ada sampai saat ini belum ada yang tepat dalam menggambarkan situasi Covid-19 di Indonesia. Meski demikian, Siti Nadia tidak memungkiri terjadinya potensi lonjakan kasus Covid-19. "Kemungkinan peningkatan kasus karena Omicron bisa saja terjadi," katanya.

Meski memiliki peluang mengalami lonjakan kasus Covid-19, namun Siti Nadia belum tahu pasti seberapa besar kenaikan tersebut. Sebab, saat ini banyak sekali faktor yang memengaruhi laju penularan Covid-19.

Sebagaimana diketahui, saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengonfirmasi total kasus Omicron di Indonesia sebanyak 254 kasus. Sebanyak 239 kasus diantaranya dari pelaku perjalanan internasional (imported case), sementara 15 kasus lainnya disebabkan oleh transmisi lokal.

"Kita belum tahu seberapa besar (peningkatan kasus Covid-19). Banyak faktor yang memengaruhi laju penularan. selama prokes (Protokol Kesehatan) kita jalankan, ini pasti akan mencegah peningkatan kasus," tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini