Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Varian Omicron Melonjak di Jakarta, Wagub DKI: Mohon Dukungan Tetap Prokes

Indra Purnomo, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 620 2530014 kasus-varian-omicron-melonjak-di-jakarta-wagub-dki-mohon-dukungan-tetap-prokes-gqRTHE1NBD.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: MNC Portal)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyebutkan, pihaknya sedang mengatasi penyebaran Covid-19. Hal ini buntut meluasnya penyebaran varian baru Covid-19 dengan kode B.1.1.529 atau Omicron di Ibu Kota.

"Ya sama, semua sedang diatasi ya. Kami tunggu bersabar biarlah petugas mengatasinya menanganinya dengan baik ya," ujar pria yang biasa disapa Ariza di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022).

Baca juga:   Presiden Jokowi Tegaskan Vaksinasi Covid-19 Harus Adil dan Merata

Politisi Partai Gerindra ini juga memohon dukungan masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Mohon dukungan dari masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan," ucapnya.

Baca juga:  Presiden Jokowi Ungkap 2 Kunci Hadapi Varian Omicron

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan kasus Omicron di Ibu Kota hingga Minggu (9/1/2022) meningkat menjadi 407 orang. Dari jumlah itu 350 orang merupakan pelaku perjalanan luar negeri, dan 57 transmisi lokal.

“Masyarakat diimbau untuk mewaspadai penularan virus Varian Omicron yang kini meningkat di Jakarta. Dari 407 orang yang terinfeksi, 86,0 persennya atau sebanyak 350 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 57 lainnya adalah transmisi lokal,” tulis siaran pers PPID DKI Jakarta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebutkan, dari data terkini jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta naik sejumlah 281 kasus. Sehingga jumlah kasus aktif di Jakarta kini sebanyak 1.874 (orang yang masih dirawat atau isolasi).

Dari 1.874 orang yang saat ini sedang dirawat atau diisolasi, sebanyak 1.415 orang kasus aktif tersebut merupakan pelaku perjalanan luar negeri. “Perlu digaris bawahi bahwa 1.415 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri," kata Dwi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini