Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dipimpin Temasek hingga SoftBank, Startup Ini Disuntik Rp1,28 Triliun

Antara, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 620 2530553 dipimpin-temasek-hingga-softbank-startup-ini-disuntik-rp1-28-triliun-qDVnlT7X4Z.jpg Temasek hingga SoftBank Suntik Startup eFishery (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Startup agritech Indonesia eFishery hari ini mengumumkan pendanaan seri C senilai USD90 juta atau setara Rp1,28 triliun (kurs Rp14.300 per USD) yang dipimpin Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, dengan partisipasi dari investor lainnya yaitu the Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners.

"Pendanaan baru ini akan digunakan untuk mengembangkan perusahaan, ekspansi regional, dan mencapai target kami untuk menjadi perusahaan teknologi akuakultur terdepan. Kami sangat senang dapat bermitra dengan Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, yang kami yakini dapat menambah nilai signifikan pada platform kami," kata Co-founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah dalam siaran pers pada Selasa (11/1/2021).

eFishery akan menginvestasikan pendanaan seri C ini untuk menumbuhkan tim, memperkuat produk dan operasional bisnisnya di Indonesia, dan berekspansi ke pasar regional. Melalui solusinya yang berbasis teknologi, eFishery memodernisasi teknik budidaya sehingga hasil budidaya menjadi lebih baik.

 

Baca Juga: 3 Negara dengan Startup Unicorn Terbanyak di Dunia

eFishery akan mengakuisisi 1 juta pembudidaya dalam waktu 3-5 tahun ke depan. Pendanaan akan digunakan untuk meningkatkan platform dan layanan serta memperkuat produk digital eFishery dan menjadikannya koperasi digital bagi pembudidaya ikan dan udang.

eFishery juga bertujuan untuk berekspansi secara regional dengan menargetkan 10 negara teratas dalam produksi akuakultur, seperti India dan China.

Anna Lo, Investment Director dari SoftBank Investment Advisers eFishery mempelopori adopsi teknologi untuk pembudidaya ikan dan udang lokal dengan platform end-to-end yang mendukung peningkatan produktivitas di seluruh rantai pasok, mulai dari teknologi, pasokan pakan, produksi budidaya, hingga penjualan produk segar hasil panen, kata Anna.

"Kami senang dapat bermitra dengan eFishery dan mendukung mereka untuk menyediakan produk pangan hasil perikanan yang andal dan berkelanjutan ke Indonesia dan wilayah lainnya," katanya.

Sejak didirikan tahun 2013 di Bandung, ribuan smart feeders telah digunakan dan melayani lebih dari 30.000 pembudidaya dari 24 provinsi di Indonesia. Di puncak pandemi, eFishery meningkatkan jaringannya sepuluh kali lipat sejak Desember 2020, dan memperkuat adopsi layanan penjualan pakan serta ikan hasil budidaya.

"Dengan pasar sebesar 20 miliar dolar AS serta rantai pasok yang kompleks dan terfragmentasi, akuakultur menjadi salah satu peluang terbesar dan paling menarik di Indonesia. Hal itu yang menjadikan kerja sama dengan eFishery, sebagai pemimpin pasar di sektor ini, menjadi menarik," kata VP Sequoia India Aakash Kapoor.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini