Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak yang Terpapar Covid-19 Rentan Alami MIS-C ketika Sudah Sembuh

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 620 2535757 anak-yang-terpapar-covid-19-rentan-alami-mis-c-ketika-sudah-sembuh-NsNM1zXmU3.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

LONG Covid atau penyakit yang terjadi pasca-sembuh dari Covid-19 memang bisa terjadi pada seseorang. Hingga saat ini, peneliti pun belum mengetahui apa saja faktor yang bisa menyebabkan long Covid-19 pada seseorang dan juga durasi dari Long Covid tersebut.

Tidak hanya pada orang dewasa, beberapa anak yang pernah terinfeksi Covid-19 juga mengalami penyakit MIS-C. Multisystem inflammatory syndrom in children (MIS-C) merupakan kondisi medis ketika bagian organ-organ tubuh pada anak mengalami peradangan atau inflamasi termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan.

Hingga saat ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) belum mengetahui secara pasti penyebab MIS-C dan masih mempelajarinya melalui studi. 

Dokter spesialis anak dr. Lucia Nauli Simbolon M.Sc, Sp.A mengatakan kasus MIS-C termasuk jarang dijumpai. Menurut data yang ia himpun, MIS-C terjadi pada 0,14 persen anak yang terkena Covid-19.

Meski sedikit, ia mengimbau agar orang tua tetap waspada dan terus memperhatikan kondisi kesehatan anak setelah terinfeksi Covid-19 setidaknya dua hingga empat minggu. Kondisi MIS-C tidak boleh dianggap remeh sebab dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kondisi kritis hingga kematian.

“Memang sedikit, ya, tapi jangan sampai kalau itu terjadi di keluarga kita atau siapapun yang terkena di 0,14 persen. Itu akan sedih sekali karena kondisi anak ini bisa sampai kritis dan meninggal dunia,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu seperti dikutip dari Antara.

Meski demikian, menurut CDC kebanyakan anak yang mendapat diagnosis MIS-C kondisinya bisa menjadi lebih baik dengan menjalani perawatan medis.

Lucia menjelaskan gejala MIS-C biasanya ditandai dengan kontraksi jantung yang melemah, kulit menjadi kemerahan, sesak nafas pada paru-paru, biasanya otak sulit dibangunkan, saluran pencernaan mengalami efek seperti diare dan muntah, produksi urin pada ginjal berkurang, dan mata tampak kemerahan.

“Keluhan umumnya demam, tapi ingat kalau ada keluhan yang gawat jangan sampai terlambat dibawa ke UGD,” ujarnya.

Gejala yang dikategorikan gawat tersebut antara lain kesulitan bernafas; rasa nyeri atau tertekan pada dada; merasa kebingungan; tidak bisa terjaga atau cenderung mengantuk terus-menerus; muncul kebiruan atau pucat pada kulit, kuku, atau bibir; dan rasa nyeri perut yang berat.

Anak yang mengalami MIS-C harus menjalani perawatan di rumah sakit. Dokter yang menangani akan melakukan tes laboratorium untuk memastikan tanda-tanda penyakit lainnya, termasuk tes untuk mengetahui gambaran disfungsi miokardium (EKG), bukti adanya koagulupati, hingga bukti terinfeksi Covid-19.

Menurut CDC, cara terbaik untuk mencegah MIS-C saat ini adalah dengan melakukan upaya pencegahan infeksi virus Covid-19, termasuk penerapan protokol kesehatan sesuai standar.

“Mencegah MIS-C ini sama dengan mencegah Covid-19, caranya tetap vaksinasi anak-anak, cegah anak dan keluarga dari Covid-19. Dan ternyata efektivitas vaksin ini sampai dengan 91 persen untuk mencegah terjadinya MIS-C akibat Covid-19,” kata Lucia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini