Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala BNPT Sebut Rutan Teroris Sudah Overload

Kiswondari, Jurnalis · Selasa 25 Januari 2022 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 620 2537475 kepala-bnpt-sebut-rutan-teroris-sudah-overload-H9QIK2O6Nq.jpg Kepala BNPT, Boy Rafli Amar (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar menjelaskan, dengan adanya upaya preventif strike atau pencegahan, membuat banyak terduga teroris dan narapidana yang ditangkap, sehingga rumah tahanan (rutan) menjadi overload atau melebihi kapasitas.

"Adanya kebijakan upaya-upaya pencegahan yang maksimal, atau preventif strike yang penegakan hukum mulai dari level-level pencegahan yang pada akhirnya kita juga mengalami juga overload pada rutan-rutan yang berkaitan dengan penampung menampung kejahatan para tersangka terorisme," kata Boy dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Baca juga:  Gawat! Kelompok Terorisme Terdeteksi Akan Susupi BUMN, Incar Sumber Daya Negara

Kemudian, Boy menjelaskan, terdapat titik operasi penemuan terduga teroris yang relatif sulit diakses, karena terbatasnya sarana prasarana. Yang mana, hal ini juga berkaitan dengan kegiatan-kegiatan operasi di lapangan seperti salah satunya di Poso. Sementara, anggaran BNPT harus dipangkas Rp130 miliar akibat refocusing yang membuat BNPT harus mengurangi program-program di masyarakat.

"Itu lumayan mengurangi program-program kami di masyarakat," ungkapnya.

Baca juga:  Sertu Anumerta Miskael, Korban Gugur Penembakan KST Dimakamkan di Kampung Halamannya

Namun, kata mantan Kapolda Papua ini, dengan semangat sinergitas dan semangat pemberdayaan masyarakat luas BNPT akhirnya mendapatkan dukungan-dukungan yang sangat berarti.

"Sehingga keterbatasan dalam anggaran kami cari solusi agar masyarakat luas ikut mendukung," ungkapnya.

Apalagi, dia menambahlan, pada umumnya BNPT mendapatkan respons antusias masyarakat ketika berbicara tentang NKRI dan Pancasila. Bahkan, mereka mendukung narasi-narasi untuk meniadakan narasi-narasi yang jauh dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Termasuk juga fenomena di dunia maya yang mana, banyak konten-konten kebencian, hoaks dam misinformasi.

"Tentunya kita perlu dilakukan upaya-upaya bersama dengan seluruh masyarakat luas kemudian dalam program pencapaian sasaran program prioritas yang kedepan tentu," pungkas Boy.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini