Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Kategori Anak Positif Covid-19 yang Boleh Isolasi Mandiri

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 18 Februari 2022 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 18 620 2549344 kenali-kategori-anak-positif-covid-19-yang-boleh-isolasi-mandiri-iR8shuPZ6v.jpg Ilustrasi Anak Covid-19. (Foto: Shutterstock)

ANGKA Positif Covid-19 di Indonesia pada gelombang Omicron ini memang lebih tinggi ketimbang pada gelombang kedua tahun lalu. Tingginya angka Covid-19 ini pun tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak.

Meski tinggi, tapi kasus anak Covid-19 yang dirawat di rumah sakit akibat terpapar Covid-19 kali ini tidaklah tinggi. Tercatat, mereka yang harus dirawat di rumah sakit hanya berkisar kurang dari 2 persen dari total kasus anak 14 persen.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Yogi Prawira, Sp.A(K) mengungkapkan kriteria pasien anak yang terinfeksi Covid-19 yang boleh isolasi mandiri dengan pemantauan ketat dari orang tua.

"Isolasi mandiri dapat dilakukan di rumah guna menghindari rumah sakit atau fasilitas kesehatan penuh, dengan catatan orang tua atau pengasuh harus memantau ketat anak yang terpapar Covid-19," kata Yogi seperti dilansir dari Antara.

Pasien anak boleh isolasi mandiri di rumah bila tidak mengalami gejala apa pun, atau punya gejala ringan seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah dan ruam-ruam. Anak yang masih aktif, bisa makan dan minum juga boleh isolasi mandiri, demikian juga anak yang saturasi oksigen dalam keadaan istirahat di atas 95 persen.

Kriteria lainnya adalah tidak ada desaturasi saat aktivitas, tidak mengalami sesak napas, lingkungan rumah atau kamar punya ventilasi yang baik dan tidak punya komorbid seperti obesitas.

Pengasuh atau orang tua harus senantiasa memantau anak, seperti memantau suhu badan, laju nafas, cek saturasi secara rutin, memberikan asupan makanan dan nutrisi yang baik, serta mendampingi aktivitas anak.

Berikan juga pengertian kepada anak kenapa mereka harus menjalani isolasi agar mereka lebih mengerti situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Jika diperlukan konsultasi dengan dokter spesialis anak, lakukan telekonsultasi dengan berbagai platform yang sudah tersedia.

"Orang tua dianjurkan ke fasilitas atau layanan kesehatan yang melayani pasien Covid-19, jika anak memiliki komorbid atau tidak kunjung membaik setelah isolasi mandiri,” kata Yogi.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) memaparkan kasus positif Covid-19 pada anak-anak Indonesia telah mengalami peningkatan 100x lipat di awal Februari 2022, dibandingkan dengan kasus positif pada Januari 2022.

"Artinya, Indonesia telah resmi memasuki gelombang ke-3 Covid-19 dengan adanya peningkatan kasus luar biasa seperti yang tengah kita alami saat ini."

Namun, sekitar 70 persen di antaranya mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Ikatan Dokter Anak Indonesia menghimbau orang tua untuk tidak panik dan tetap waspada dengan memperketat protokol kesehatan di mana pun mereka berada serta memenuhi vaksinasi jika usia sudah mencukupi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini