Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Salah Kaprah, Bukan Cuma Pemilik Komorbid yang Rawan Ketika Terpapar Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 24 Februari 2022 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 24 620 2552362 jangan-salah-kaprah-bukan-cuma-pemilik-komorbid-yang-rawan-ketika-terpapar-covid-19-aGmrxwxNSC.jpg Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)

VIRUS Covid-19 memang dianggap lebih berbahaya untuk beberapa golongan. Mereka yang dianggap rentan mengalami keparahan jika terpapar Covid-19 antara lain lansia dan pemilik penyakit komorbid.

Tapi, banyak kesalah pahaman terhadap statement ini. Bukan berarti, mereka yang tidak memiliki komorbid bisa menganggap ringan penyakit ini. Faktanya, virus Covid-19 juga bisa menyebabkan kematian pada mereka yang terpapar.

dr. Ronald Irwanto, Sp.PD-KPTI, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa virus corona tak hanya berbahaya bagi pasien dengan komorbid saja, melainkan untuk semua kelompok.

Komorbid adalah penyakit penyerta atau penyakit bawaan selain penyakit utama yang sedang diderita. Dalam kasus Covid-19, beberapa komorbid yang perlu diwaspadai adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gangguan pernapasan, gangguan saraf, gangguan endokrin dan penyakit liver.

Sekretaris Jendral Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (PERDALIN) itu mengatakan bahwa pada dasarnya komorbid merupakan salah satu penyulit dalam setiap infeksi Covid-19. Akan tetapi, tingginya risiko yang dihadapi pasien saat terinfeksi virus corona tak hanya dihadapi oleh para penyandang komorbid saja.

"Bukan komorbid saja, contoh waktu gelombang Delta banyak pasien yang usia muda meninggal atau kondisinya payah padahal dia tidak ada diabetes. Ada banyak faktor lain," ujar dr. Ronald seperti dikutip dari Antara.

dr. Ronald menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan infeksi yang ditimbulkan oleh Covid-19 semakin memburuk seperti jumlah virus yang tinggi dan reseptor atau tempat melekatnya virus juga tinggi.

"Ada hal lain yang memperburuk kondisi pasien seperti loading virusnya tinggi, kedua reseptornya tinggi atau tempat melekatnya itu tinggi. Udah loading virusnya banyak, melekatnya tinggi, itu berpotensi menjadikan kondisi lebih buruk bahkan untuk orang yang tidak punya komorbid," jelasnya.

Oleh karenanya, dr. Ronald meminta agar masyarakat tidak meremehkan gejala ringan dari Covid-19. Sebab dalam beberapa kasus, ada virus yang sudah hilang atau mati namun infeksinya bertahan lama di tubuh manusia.

Sementara itu, dr. Ronald mengatakan bahwa sangat memungkinkan seseorang bisa terpapar virus corona berulang kali. Seperti layaknya infeksi lain, Covid-19 juga dapat menyerang seseorang yang pernah positif.

"Namanya infeksi pasti bisa kena berkali-kali. Apapun segala kemungkinannya tetaplah menjaga protokol kesehatan. Enggak ada strategi lain, tetap disiplin pada protokol kesehatan dan vaksinasi," ujar dr. Ronald.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini