Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WHO Tetapkan Batas Baru Tingkat Suara Maksimal saat Konser Musik

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2022 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 620 2555755 who-tetapkan-batas-baru-tingkat-suara-maksimal-saat-konser-musik-8Es8bQq8Jq.jpg Ilustrasi Konser Musik. (Foto: Shutterstock)

MENDENGARKAN musik mungkin menjadi salah satu kegemaran banyak orang. Memang, mendengarkan musik memiliki banyak manfaat apaalgi untuk kesehatan seseorang.

Penelitian menunjukkan bahwa ada beragam manfaat musik untuk kesehatan, seperti menenangkan pikiran, memberi energi pada tubuh, dan mengelola rasa sakit. Selain itu, mendengarkan musik yang lembut juga dapat menurunkan detak jantung dan tekanan darah hingga melancarkan pernapasan.

Tidak heran, jika kemudian konser musik kerap dipenuhi oleh banyak orang, tidak peduli di negara mana dilakukan. Tapi, baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas aman baru untuk volume musik di sebuah acara musik di sebuah tempat (venue) besar seperti konser.

Konser Musik

"Orang-orang muda berisiko kehilangan pendengaran dari musik keras di tempat-tempat seperti klub malam dan konser," kata WHO saat mengeluarkan standar global baru untuk mendengarkan dengan aman.

Dikutip Antara dari Reuters, hampir sebanyak 40 persen remaja dan dewasa muda berusia 12-35 tahun di negara-negara berpenghasilan menengah dan tinggi terpapar pada tingkat suara yang berpotensi merusak.

Pasalnya, banyak tempat yang memutar musik terlalu kencang sehingga tanpa sadar merusak pendengar seseorang. Sayangnya, masih jarang orang yang paham terhadap hal ini.

Misalnya di tempat-tempat seperti klub malam, diskotek, dan bar. WHO menambahkan bahwa pihaknya kini telah merekomendasikan tingkat suara rata-rata maksimal di angka 100 desibel.

"Risiko gangguan pendengaran meningkat karena sebagian besar perangkat audio, tempat dan acara tidak menyediakan opsi mendengarkan yang aman," kata Direktur WHO untuk Departemen Penyakit Tidak Menular, Bente Mikkelsen.

WHO juga mengatakan bahwa mereka merekomendasikan pemantauan langsung tingkat suara dan menetapkan "zona tenang" di tempat-tempat.

Rekomendasi baru tersebut merupakan tambahan dari pedoman yang dikeluarkan WHO pada tahun 2019 yang menguraikan bagaimana individu dapat membatasi kerusakan pendengaran karena terlalu lama terpapar musik keras pada perangkat seperti ponsel dan pemutar audio.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini