Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Shahnaz Haque Besarkan 3 Anak Perempuan: Jangan Panik di Depan Anak

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 07 Maret 2022 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 07 620 2557452 curhat-shahnaz-haque-besarkan-3-anak-perempuan-jangan-panik-di-depan-anak-PPEt1j3kIp.jpg Shahnaz Haque dan Gilang Ramadhan. (Foto: Instagram)

GAYA parenting ala Shahnaz Haque cukup menyenangkan untuk diikuti nih. Apalagi saat anak-anaknya menghadapi ujian sekolah, Shahnaz punya cara khusus yang membuat anak-anaknya rileks.

Ya, dikaruniai tiga orang putri buah cintanya dengan Gilang Ramadhan, masing-masing punya karakter dan sifat berbeda. Hal itu diakui Shahnaz sendiri dan memperlakukan anak-anaknya juga tidak sama.

"Anak saya 3 perempuan semua  buat saya sekolah itu menyenangkan, saya senang mengulik sesuatu. Pas saya nikah, ternyata Gilang gak suka sekolah, tapi ini anak 3 mesti sekolah ya, karena merdeka belajar itu bisa belajar dari mana saja, siapa saja di mana saja, jadi saya harus punya trik agar 3 anak ini sekolah."

"Anak-anak ini perlu memahami ilmi pengetahuan, guru juga mesti tahu, guru bahagia, dan murid semangat," ujarnya.

 shahnaz

Dalam mengajari mata pelajaran sekolah ke anaknya, Shahnaz juga punya cara menyenangkan. Misalnya pelajaran Fisika yang membuat anaknya pusing jika tahu soal teori saja, maka Syahnaz menerapkan ke kehidupan sehari-hari dan hobinya.

"Anak pertama kami itu aktif softball, lalu yang kedua ini berkuda, dan ketiga seniman kayak bapaknya. Kalau saya mnbuat anak semangat belajar, jadi selalu menerjemahkan hobi anak dengan pelajaran sekolah

Sementara sekolah, kata Shahnaz, gunanya untuk membentuk karakter anak. Bukan cuma cari nilai dan ijazah.

"Contoh dalam kehidupan nyata kalau kerja kalo gak pintar, HRD memaafkan, belum cakep, gak ahli gak apa-apa ya belajar lama-lama jago."

"Kalau karakter gak bagus, pasti ga akan diterima. Di kehidupan nyata karakter itu penting, di sekolah kita membentuk karakter, nantinya cerdas literasi, cerdas numerasi mengikuti," ungkapnya.

Begitu juga saat anak-anak menghadapi ujian sekolah. Jika biasanya orangtua mendorong anak agar terus belajar, bahkan terkesan memaksa, berbeda dengan Shahnaz.

Hati-hati, jika anak terus dipaksa maka mereka bisa stres. Alih-alih bisa mengerjakan soal ujian, yang ada malah banyak gagalnya karena mereka berontak, risih dan marah.

"Anak ujian, kita jangan menunjukkan kepanikan di depan anak, biar gak nular. Jadi wajah tetap tenang, kita percaya agar anak mampu menghadapi itu."

"Kalau saya, anak mau ujian, 'sini besok ujian ya, kita nonton yuk, mereka bingung'. Jadi saya tugas menciptakan hidup bahagia, jadi pas mau ujian saya ajak anak rileks, supaya mereka sehat fisik dan pikiran," tambahnya.

Dia yakin jika anak-anak akan bisa mengerjakan soal ujian karena sering belajar pengulangan setiap hari. Maka buat mereka rileks dan menjalin hubungan baik sebelum menghadapi ujian.

shahnaz 

Sebelumnya, Editor Senior Penerbit Erlangga Eny Wijayanti juga pernah mengatakan, tak ada salahnya orangtua mendampingi anak belajar saat ujian. Namun harus dilakukan pelan-pelan dan tidak memaksa.

"Caranya yaitu pelajari dan pahami kembali materi esensial yang pernah dipelajari tiga tahun terakhir dari guru. Intinya pelajari materi dari rangkuman materi pokok yang tersaji dalam buku," ujarnya.

Lalu saat anak mengerjakan soal-soal paket simulasi ujian sekolah yang disediakan, orangtua bisa membantu ntuk memastikan jawabannya lewat kunci jawaban. Kemudian orangtua juga harus mendorong anak agar semangat dan tidak melawan saat belajar mengerjakan soal bersama-sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini