Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Tak Mau Menyusui Bisa Jadi Tanda Kena Covid-19 Loh

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 10 Maret 2022 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 620 2559448 anak-tak-mau-menyusui-bisa-jadi-tanda-kena-covid-19-loh-f6lysGkiJ2.jpg Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)

ANAK-ANAK memang menjadi salah satu kelompok yang sangat berisiko ketika terpapar Covid-19. Apalagi, anak-anak sangat berpotensi untuk menularkan pada anggota keluarga lainnya.

Memang, anak-anak biasanya memiliki gejala yang ringan ketika terpapar Covid-19. Tapi bukan berarti kita bisa abai dan meremehkan ketika anak-anak terpapar Covid-19.

Dokter spesialis anak konsultan penyakit infeksi dan pediatri tropis Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop.Paed dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia memberikan beberapa tanda bahaya saat anak terkena Covid-19.

Menurut dokter yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Kementerian Kesehatan itu, meski gejala Covid-19 pada anak seringkali ringan, namun ada tanda bahwa anak memerlukan perawatan darurat seperti kuduk kaku, ruam, silau, kejang, lengan dan kaki dingin, pucat atau kebiruan, menangis yang tidak tidak seperti biasa, hingga penurunan kesadaran.

"Tanda bahaya juga termasuk sesak, tidak mau menyusui, tidak bereaksi karena otaknya kena, tidak mau makan dan minum, dan tidak mau beraktivitas seperti biasa," kata Hindra seperti dilansir dari Antara.

Hindra juga mengingatkan adanya Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) yang bisa menjangkiti anak dengan riwayat pernah terinfeksi atau melakukan kontak dengan penderita Covid-19.

Menurutnya, MIS-C merupakan kondisi saat berbagai organ tubuh seperti jantung, paru-paru, otak, ginjal, kulit, mata, dan saluran cerna, mengalami peradangan. MIS-C bisa bersifat serius hingga mengakibatkan kematian. "Namun, sebagian besar dapat sembuh dengan pengobatan," imbuhnya.

Adapun MIS-C ditandai dengan demam berkepanjangan ditambah satu atau lebih dari gejala seperti nyeri lambung, mata kemerahan, diare, pusing, ruam, dan muntah. Hindra mengingatkan, gejala tersebut dapat berbeda pada tiap anak.

Sebagai informasi, kasus konfirmasi Covid-19 pada anak di Indonesia meningkat tajam. Dari 676 kasus pada 24 Januari 2022, jumlahnya terus naik hingga 7.190 kasus pada 7 Februari 2022. Sejak kemunculan varian Omicron, 3 persen kematian terjadi pada balita.

Lima gejala yang paling banyak dialami anak saat terkena Covid-19 varian Omicron, kata Hindra, yaitu hidung meler, sakit kepala, kelelahan, bersin-bersin, dan sakit tenggorokan.

Oleh karena itu, Hindra yang kini berpraktik di RS Pondok Indah itu mengingatkan para orang tua untuk selalu memastikan anak menjalani protokol kesehatan dengan baik untuk mencegah penularan Covid-19 dan melakukan vaksinasi jika anak sudah berusia 6 tahun.

"Protokol kesehatan ini juga harus dilakukan bersama-sama agar keberhasilannya bisa dicapai. Kemudian vaksin. Apapun variannya, vaksinnya tetap sama. Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia," ujar Hindra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini