Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

9 Perusahan Besar seperti Starbucks hingga McDonald's Hengkang dari Rusia

Jum'at 11 Maret 2022 22:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 620 2560336 9-perusahan-besar-seperti-starbucks-hingga-mcdonald-s-hengkang-dari-rusia-qHoIK0aIqb.jpg Dampak Perang Rusia dengan Ukraina. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina tak hanya memberikan dampak secara sosial, tapi juga ekonomi. Satu per satu perusahaan yang ada di Rusia pun hengkang.

Akibat dari sanksi yang diberikan AS dan negara-negara Barat terhadap invasi militer di Ukraina, kurang lebih ada sembilan perusahan makanan yang cabut dari negara beruang merah itu.

Dihimpun dari Media Portal Indonesia, Jumat (11/3/2022), berbagai sumber, berikut deretan perusahaan makanan dan minuman yang walk out dari Rusia:

1. Starbucks

Brand minuman dengan logo wanita setengah manusia setengah ikan itu memberhentikan semua aktivitas bisnisnya di Rusia. "Mitra berlisensi kami telah setuju untuk segera menghentikan operasi toko dan akan memberikan dukungan kepada hampir 2.000 (karyawan) di Rusia yang bergantung pada Starbucks untuk mata pencaharian mereka," ujar CEO Starbucks Kevin Johnson.

Tak hanya itu, disampaikan Johnson bahwa Starbucks juga berhenti mengirim semua produk Starbucks ke Rusia.

Baca Juga: Bos Bulog Yakin Sebelum Puasa Harga dan Stok Minyak Goreng Normal

2. Burger King

Perusahaan Burger King juga turut menyatakan diri untuk cabut dari negara beruang merah. Restaurant Brands International (RBI), induk usaha Burger King, mengatakan bahwa mereka telah memberhentikan semua dukungan perusahaannya di pasar Rusia, termasuk operasi, pemasaran, dan rantai pasokan.

Tak hanya itu, melainkan perusahaan ini juga menghentikan investasi dan ekspansi di wilayah tersebut. Kendati demikian, tidak berarti restoran Burger King akan tutup total di Rusia. Karena, ada sekitar 800 cabang di sana sepenuhnya dikelola oleh pemegang waralaba utama lokal.

"Burger King Rusia adalah bisnis mandiri yang dimiliki dan dioperasikan oleh pemegang waralaba kami di negara ini. Kami memiliki perjanjian hukum yang tidak mudah diubah," ungkap RBI melalui pernyataan.

3. McDonald's

Restoran makanan cepat saji McDonald's menutup sementara seluruh 847 gerainya di Rusia. "McDonald's memutuskan untuk menutup sementara semua restoran kami di Rusia dan menghentikan sementara seluruh operasi di pasar," tutur CEO Chris Kempczinski melalui pernyataan.

Baca Juga: Bulog Tak Terima Penugasan Stabilkan Harga Minyak Goreng

Secara global, sebagian besar lokasi McDonald's dioperasikan oleh operator waralaba. Namun, di Rusia, 84 persen lokasi gerai dioperasikan langsung oleh perusahaan.

Di Rusia, McDonald's telah mempekerjakan 62 ribu orang. Perusahaan ini bekerja sama dengan ratusan pemasok dan mitra lokal di Rusia untuk memproduksi makanan yang disajikan kepada pelanggan.

"Kami melayani jutaan pelanggan Rusia setiap hari yang mengandalkan McDonald's. Selama 30 tahun lebih McDonald's beroperasi di Rusia, kami menjadi bagian penting dari 850 komunitas tempat kami beroperasi," kata Chris.

Walau begitu, sambung Kempczinski perusahaan tidak dapat mengabaikan penderitaan manusia yang terjadi di Ukraina saat ini. Maka dari itu, McDonald's memutuskan menutup gerai hanya sementara.

4. Yum Brands ( KFC dan Pizza Hut)

Yum Brands, induk perusahaan KFC dan Pizza Hut yang memiliki 1.000 waralaba di Rusia, memberhentikan semua investasi dan pengembangan restoran di negara tersebut.

Perusahaan itu mengatakan akan mengkaji opsi-opsi tambahan dan mengalihkan semua keuntungan dari operasi di Rusia ke bantuan kemanusiaan.

Yum Brands juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang dalam proses menutup restoran-restoran KFC di Rusia.

Mereka akan menyelesaikan kesepakatan dengan para mitra waralaba lokal untuk memberhentikan semua operasi restoran Pizza Hut di Rusia.

5. Papa John's

Papa John's juga ikut memberhentikan semua operasi perusahaan di Rusia. Keputusan ini mencakup berakhirnya dukungan operasional, pemasaran dan bisnis di pasar negara beruang merah.

Papa John's menjelaskan bahwa restoran-restoran di Rusia masih beroperasi karena semua restoran dimiliki oleh pewaralaba independen, dan pewaralaba utama yang mengendalikan. Namun, Papa John's mengaku saat ini tidak menerima royalti dari toko-toko itu.

6. Heineken

Heineken akan berhenti memproduksi dan menjual bir di Rusia. Perusahaan mengumumkan pada 9 Maret bahwa mereka akan mengambil langkah segera untuk menghentikan aliran uang, royalti, dan dividen dari negara tersebut.

"Kami memilih opsi strategis terbaik untuk masa depan operasi di Rusia. Kami melihat perbedaan yang jelas antara tindakan pemerintah dan karyawan kami di Rusia," katanya.

7. PepsiCo

PepsiCo pun juga sama dengan enam perusahan makanan dan minuman lainnya. PepsiCo akan menuntaskan penjualan dan merek minuman global di negeri beruang merah.

CEO PepsiCo Ramon Laguarta mengatakan Pepsi akan berhenti investasi modal, beriklan, dan melakukan kegiatan promosi di Rusia. Namun, PepsiCo akan terus menjual beberapa produk bahan pokoknya, termasuk susu formula, makanan bayi, dan produk olahan susu lainnya.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk terus menawarkan produk kami yang lain di Rusia, termasuk kebutuhan sehari-hari. Dengan terus beroperasi, kami akan terus mendukung mata pencarian 20 ribu rekan Rusia kami dan 40 ribu pekerja pertanian Rusia dalam rantai pasokan, karena mereka menghadapi tantangan dan ketidakpastian yang signifikan di masa depan," kata Laguarta.

8.Coca-Cola

Coca-Cola juga membatalkan bisnisnya di Rusia. Perusahaan minuman karbonat raksasa itu menyatakan dukungannya bersama orang-orang yang menanggung dampak buruk dari peristiwa tragis di Ukraina.

9. Nestle

Nestle memberhentikan semua investasi modal di Rusia. Bahkan semua iklan di copot di negara itu.

Namun, konsumer makanan dan minuman terbesar di dunia tersebut berjanji tidak akan menarik pasokan produk dari toko-toko di Rusia

"Kami bekerja keras untuk membantu agar menjaga makanan tersedia bagi masyarakat, baik itu di rak-rak toko atau melalui sumbangan makanan dan minuman penting seperti makanan bayi, sereal, sup, dan mie kepada mereka yang membutuhkan di seluruh wilayah," kata perusahaan.

Demikian sejumlah perusahaan makanan dan minuman yang kabur dari Rusia.

Advenia Elisabeth

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini