Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bakal Antisipasi Kriminalitas Kegiatan Sahur On The Road di Bekasi

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis · Selasa 29 Maret 2022 20:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 29 620 2569957 polisi-bakal-antisipasi-kriminalitas-kegiatan-sahur-on-the-road-di-bekasi-mECQRAb0tu.jpg Foto: TMC Polda Metro Jaya

BEKASI - Memasuki bulan suci Ramadan, Polres Metro Bekasi Kota bakal mengantisipasi adanya kriminalitas yang terjadi dalam kegiatan sahur on the road (SOTR). Mengingat, SOTR sendiri dianggap kerap disalahartikan menjadi kegiatan yang berujung perbuatan kriminal.

(Baca juga: Larang Ada Sweeping, MUI: Warung Makan Tidak Perlu Tutup saat Ramadan!)

“Selama ini SOTR disalahartikan,disalahgunakan. SOTR jadi ajang balap liar setelah sahur, akan menimbulkan gesekan para remaja.” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki, Selasa (29/3/2022).

Kemanfaatan SOTR, kata Hengki, akan berkurang apabila berujung pada tindakan kriminal. Apalagi tak jarang kumpulan remaja dengan lainnya menimbulkan aksi tawuran saat berkegiatan SOTR.

“Malah menjadi tawuran bahkan bisa , terjadi korban jiwa, itu yang tidak kita perbolehkan,” tuturnya.

Meski begitu, mengenai dilarangnya kegiatan tersebut, pihaknya masih akan menunggu kebijakan yang dibuat dari Polda Metro Jaya. Namun, jajarannya tetap akan disiagakan untuk melakukan sosialiasi mulai dari Polsek hingga RT dan RW.

“Kami menunggu dari Polda, ketika Polda melarang itu akan kami Tindak lanjuti di Polres masing-masing termasuk di Polres Metro Bekasi Kota,” tegas dia.

Senada dengan Hengki, Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan juga mengatakan bahwa kegiatan SOTR kerap dijadikan ajang untuk menganggu masyarakat. Padalah, menurutnya kegiatan SOTR yang berbagi makanan sejatinya tidak dilarang.

“Bukan ga boleh pakai nama sahur on the road, nomenklaturnya jadi ada perluasan makna. Mereka kegiatannya sepeda motor ramai-ramai track-trackan disaat orang orang melaksanakan saur dan itu tidak boleh,” tegas Gidion.

Gidion juga mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan tokoh-tokoh setempat di wilayah Kabupaten Bekasi. Tak tanggung-tanggung, demi menjaga ketertiban, jajarannya akan diperbanyak apabila kegiatan SOTR menimbulkan banyak kriminalitas.

“Konteksnya bukan melakukan sweepping ya, tapi kita antisipasi kriminalitas. Kalau kalender Kamtibmas itu naik, personil diperbanyak, frekuensi patroli ditingkatkan di jam rawan seperti sahur,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini