Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Subholding Gas Pertamina Uji Coba CNG di Bali, Hasilnya?

Antara, Jurnalis · Jum'at 01 April 2022 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 620 2571712 subholding-gas-pertamina-uji-coba-cng-di-bali-hasilnya-B4VmJkHXyY.jpg Subholding Gas Uji Coba CNG (Foto: Subholding Gas)

JAKARTA - Subholding Gas PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya PT Pertagas Niaga melakukan uji coba pemanfaatan gas bumi terkompresi (compressed natural gas/CNG) di Terminal Mengwi, Badung, Bali, guna mendukung penggunaan energi bersih dan pemulihan pariwisata.

Uji coba pada Kamis (31/3/2022) itu dilakukan dengan pengisian CNG dari mobile refueling unit (MRU) ke CNG cradle yang nantinya digunakan menyuplai gas bumi, salah satunya bagi industri perhotelan di Bali.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Gas Agung Indri dan President Direktur PT Pertagas Niaga Aminuddin bersama Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah 12 Muiz Tohir melakukan uji coba tersebut.

Baca Juga: Subholding Gas Bangun Jargas 240 Ribu Sambungan Rumah Tangga, Cek Lokasinya

Suplai CNG perdana di Bali itu diangkut PT Patra Logistik dari Jawa Timur. Setelah tiba di Terminal Mengwi, CNG dipindahkan ke fasilitas MRU, yang selanjutnya mengisi CNG dengan kemasan yang lebih kecil yakni CNG cradle.

"Dengan CNG cradle yang sifatnya lebih ringkas dan mobile, kami targetkan akan diminati industri di Bali khususnya hotel, restoran, kafe atau laundry," jelas Aminuddin, Jumat (1/4/2022).

Aminuddin menambahkan CNG memiliki kelebihan dari aspek keamanan maupun harga yang ekonomis. CNG adalah gas alam yang dikompresi dengan tekanan hingga 250 bar dan selanjutnya disimpan di tabung bejana tekan agar mudah didistribusikan. Produk gas tersebut diutamakan memenuhi kebutuhan industri yang wilayahnya belum tersambung pipa. Selain itu, CNG juga dimanfaatkan untuk bahan bakar sektor transportasi.

Masuknya CNG perdana ke Bali ini disambut baik Pemerintah Daerah Kabupaten Badung karena memberikan alternatif energi yang ramah lingkungan.

"Pariwisata Bali saatnya bukan lagi menjual keindahan saja, namun juga mulai beranjak pada kesadaran memanfaatkan energi bersih. Ini akan memberi poin lebih," jelas Adi Arnawa.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini