Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paskah Menguatkan Hubungan dengan Tuhan, Sesama dan Alam Sekitar

Edy Siswanto, Jurnalis · Minggu 17 April 2022 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 17 620 2580446 paskah-menguatkan-hubungan-dengan-tuhan-sesama-dan-alam-sekitar-G84cRfaVMQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Antara)

JAYAPURA - Perayaan Paskah dengan rangkaiannya, yakni pra-paskah, Jumat Agung, kebangkitan Kristus ditambah hari Pantekosta merupakan momentum yang sangat tepat bagi umat kristiani untuk mencari makna kehidupan yang sejati.

Hal ini disampaikan Pdt. Freddy Toam, tokoh Gereja Kristen Indonesia (GKI) Provinsi Papua, seperti rilis Sabtu (16/4/2022).

Dikatakan Pdt. Freddy Toam, pemaknaan kehidupan sejati bagi umat Kristen dapat dilakukan melalui proses perenungan panjang, doa dan meditasi. 

"Paskah merupakan momentum penting bagi setiap pribadi untuk melakukan dan mengalami proses perubahan hidup. Lewat momentum Paskah, umat Tuhan diajak untuk mengevaluasi pola kehidupan setahun silam, kemudian menetapkan komitmen hidup baru sesuai dengan nilai-nilai kasih dan pengampunan dari Tuhan Allah Yang Maha Kuasa, sebagaimana tersurat dalam I Korintus pasal 13 (khususnya pada ayat 4 sampai ayat 13)," katanya.

Terlepas dari berbagai khotbah dan ritus seremonial dalam gereja dan persekutuan ibadah, ucap Pdt. Freddy, perenungan dan penghayatan terhadap makna kehidupan (berkontemplasi) sangat penting guna menata kehidupan pribadi, serta kehidupan keluarga dan masyarakat yang beradab dan bermartabat. 

Baca juga: Pesan Damai Jokowi di Hari Paskah bagi Umat Kristiani

"Umat kristiani senantiasi dituntut hidup sebagai 'pribadi utama dan istimewa' (primus inter pares) di tengah suasana kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Proses perenungan yang panjang perlu dilakukan untuk memberikan bobot terhadap kehidupan pribadi agar menjadi pribadi yang utama dan istimewa seperti yang tertulis dalam kitab suci dengan analogi ‘garam dan terang dunia’,” ucapnya.

Minggu perayaan Paskah sesungguhnya adalah waktu bagi umat kristiani untuk melakukan  perbaikan dan penguatan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, serta dengan alam sekitarnya.

Perbaikan relasi ini menjadi jalan untuk melepaskan diri dari realitas hidup yang cenderung menjauhkan atau menyamarkan kemuliaan Tuhan dalam kehidupan manusia, serta memperkuat dan mengkokohkan solidaritas. 

"Tidak dapat disangkal bahwa seringkali gereja dan umatnya terbang melayang dalam euforia perayaan sehingga kita tidak mampu mendengar dan melihat betapa dunia sementara berada dalam berbagai hakekat gangguan, hambatan, halangan, tantangan bahkan ancaman yang muncul akibat perilaku manusia maupun alam sekitarnya. Aksi penistaan, fitnah, iri hati, kebencian dan dendam sedang merajalela dalam hubungan antar manusia, suku, ras, agama, dan kelompok masyarakat baik secara horizontal maupun secara vertikal dengan pemerintah," tegasnya.

"Merayakan dan menjalani minggu paskah adalah saat terindah untuk memeriksa suasana batin dan membersihkannya dari semua beban perasaan dan pikiran-pikiran yang tidak mengandung berkat, kemudian mengisi kembali batin dan menyalakan nurani kemanusiaan yang suci, mulia, adil dan beradab,"ucapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini