Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah 26 Tahun Otonomi tapi Masih Ada Daerah Miliki PAD di Bawah 20%

Raka Dwi Novianto, Jurnalis · Senin 25 April 2022 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 25 620 2584748 sudah-26-tahun-otonomi-tapi-masih-ada-daerah-miliki-pad-di-bawah-20-bFdewSZXzJ.jpg Mendagri, Tito Karnavian (Foto: Kemendagri)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan bahwa selama 26 tahun usai ditetapkannya otonomi daerah, telah memberikan beberapa dampak positif kepada daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro saat membacakan sambutan Tito pada acara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 26 tahun 2022 pada hari ini, Senin (25/4).

"Setelah 26 tahun berlalu otonomi daerah telah memberikan dampak positif dibuktikan dengan adanya percepatan pembangunan yang ditandai dengan meningkatnya angka indeks pembangunan manusia, bertambahnya pendapatan asli daerah dan kemampuan fiskal daerah," kata Suhajar.

Namun, selain memberikan dampak positif, kata Suhajar, berdasarkan data juga menunjukkan bahwa filosofis dari tujuan otonomi daerah belum sepenuhnya mencapai hasil yang diharapkan.

"Berdasarkan data dari Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri selama kurun waktu tersebut terdapat beberapa daerah yang memiliki PAD dibawah 20% dan menggantungkan keuangannya pada pemerintah pusat melalui transfer ke daerah melalui dana desa TKDD," jelasnya.

"Hal ini tentunya menjadi sangat ironis mengingat kewenangan telah diberikan kepada daerah sementara keuangan masih tergantung pada pemerintah pusat," imbuhnya.

Tito, kata Suhajar juga menyampaikan apresiasi terimakasih kepada daerah-daerah otonomi baru yang telah berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah dan kemampuan fiskalnya.

"Peningkatan tersebut diharapkan agar dimanfaatkan untuk program-program pembangunan dan kesejahteraan rakyat sehingga dapat meningkatkan indeks angka pembangunan manusia, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas serta akses infrastruktur yang baik dan yang lain," katanya.

Selain itu, Tito meminta kepada daerah yang kemampuan PAD dan fiskalnya baik tetapi indeks pembangunan manusia (IPM) nya masih rendah, angka kemiskinan masih cukup tinggi dan askes infrastuktur belum baik, perlu kiranya melakukan evaluasi. Untuk memastikan bahwa penyusunan program dan kegiatan dalam APBD agar dapat teoat sasaran efektif serta efisien.

"Saya juga mengimbau bagi daerah yang masih rendah PAD nya agar melakukan terobosan dan inovasi untuk menggali beberapa potensi yang dapat memberikan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan asli daerah bahkan melebihi TKDD. Tanpa melanggar hukum dan norma yang ada serta tidak memberatkan rakyat disinilah ujian sekaligus pembuktian kemampuan leadership dan enterpreneurship untuk menangkap peluang yang ada oleh seluruh kepala daerah di Indonesia," kata Suhajar menyampaikan pesan Tito.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini