Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat 4 Negara Punya Tradisi Culik Calon Pengantin, Sudah Ada Sejak Lama

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 06 Mei 2022 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 06 620 2589859 catat-4-negara-punya-tradisi-culik-calon-pengantin-sudah-ada-sejak-lama-HIWPMNo9OM.jpg Ilustrasi pernikahan (freepik)

TERDAPAT empat negara di dunia yang memiliki tradisi culik calon pengantin. Menculik calon pengantin wanita biasa disebut ‘bride kidnapping’.

Di belahan dunia seperti Asia Tengah hingga Afrika, memang ada beberapa negara yang memiliki praktik menculik calon pengantin atau bride kidnapping ini sebagai suatu tradisi tradisional yang berlangsung turun temurun.

Apa saja negara tersebut? Merangkum berbagai sumber, mari simak ulasan singkat empat negara yang mempunyai tradisi menculik calon pengantin berikut di bawah ini.

1. Kyrgyzstan

Tradisi menculik calon pengantin di sini disebut Ala Kachuu dalam bahasa Kyrgyzstan, yang artinya ‘mengambil dan melarikan diri’. Di pedesaan Kirgistan, lebih dari 60 persen penduduk negara ini tinggal survei menunjukkan 1 dari 3 pernikahan yang ada memang dimulai dengan penculikan.

Tak heran, menjadikan negara yang berada di Asia Tengah ini jadi salah satu center, atau pusat bride kidnapping. Penculikan pengantin biasanya terjadi di tempat umum. Sekelompok pria muda menargetkan perempuan muda yang telah dipilih jadi istri, lalu diculik dan dibawa paksa dengan mobil. Sang korban dibawa ke rumah keluarga mempelai pria untuk dibujuk agar mau menikah.

Di tahap ini, ada perempuan yang bisa selamat karena diselamatkan oleh ayah atau kerabat laki-laki lainnya. Namun, lebih seringnya akhirnya keluarga korban setuju karena takut stigma sebagai ‘perempuan bekas’. Praktik Ala Kachuu sudah ditetapkan ilegal sejak 1994, tetapi praktiknya berlanjut hingga hari ini terutama di daerah pedesaan.

infografis

2. Kazakhstan

Di negara ini, pratik penculikan calon pengantin yakni Alyp Qashu terbagi dalam dua kategori yaitu penculikan non-konsensual dan konsensual. Kelissimsiz Alyp Qashu adalah mengambil sang calon pengantin wanita dan menjalankan praktik penculikannya tanpa persetujuan. Sedangkan Kelissimmen Alyp Qashu adalah mengambil dan menjalankan dengan persetujuan.

3. Ethiopia

Tradisi penculikan pengantin wanita juga lazim terjadi di banyak wilayah di Ethiopia? Menurut survei yang dilakukan pada tahun 2003 oleh Komite Nasional Praktek Tradisional di Ethiopia, tingkat prevalensi tradisi ini diperkirakan 69 persen secara nasional.

Praktik penculikan calon pengantin dilakukan oleh seorang pria yang dibantu oleh teman-temannya agar bisa menculik seorang gadis atau wanita yang diinginkan, dalam praktiknya kadang-kadang mereka menggunakan hewan kuda untuk memudahkan pelarian dalam penculikan tersebut.

4. Kenya

Pernikahan paksa terus menjadi momok menakutkan bagi gadis-gadis muda di Kenya. Perkawinan dengan penculikan diketahui masih merupakan praktik adat bagi kelompok etnis Kisii di Kenya. Dalam praktiknya, penculik menculik seorang wanita dengan paksa dan memperkosanya dalam upaya untuk menghamilinya.

Dalam keadaan menjadi korban pemerkosaan hingga hamil, akhirnya dengan stigma label yang ada, korban kemudian dipaksa untuk menikahi penculiknya. Meskipun paling umum di akhir abad ke-19 tapi hingga tahun 1960-an, disebutkan tradisi menculik calon pengantin wanita semacam ini masih kadang terjadi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini