Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Tersisa 2 Orang, Masyarakat Tetap Diminta Terus Waspada

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 620 2592997 pasien-covid-19-di-wisma-atlet-tersisa-2-orang-masyarakat-tetap-diminta-terus-waspada-stcl5v0OR6.jpg Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)

ANGKA Covid-19 di Indonesia memang terus menunjukkan perbaikan. Dengan angka vaksinasi yang sudah semakin tinggi, pemerintah pun telah mengizinkan kembali berbagai macam kegiatan yang sebelumnya dilarang.

Bahkan, jumlah pasien rawat inap di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, kini hanya ada 2 orang. Hal ini menunjukkan bahwa sekalipun ada mereka yang terpapar Covid-19, kondisinya sudah tidak mengkhawatirkan karena adanya vaksin Covid-19.

“Pasien Covid dari 1 pasien bertambah 1 orang menjadi 2 pasien. Hal ini menunjukkan bahwa perawatan yang dilaksanakan secara intensif di Wisma Atlet dapat mempercepat proses penyembuhan yang berdampak pengurangan jumlah pasien secara signifikan,” jelas Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Mintoro Sumego.

Terkait semakin sedikitnya pasien Covid-19 di Wisma Atlet, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI turut menyambut positif dan mengapresiasi. “Tentunya kita sambut baik bahwa kasus terus terjadi penurunan,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi MNC Portal.

Meski demikian, pergerakan kasus Covid-19 tetap terus dipantau hingga angkanya mencapai serendah mungkin. Oleh karena itu, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tetap diberlakukan.

Dia menjelaskan, PPKM akan tetap digunakan sebagai alat monitoring kewaspadaan. Ini juga memastikan respon daerah sesuai dengan kondisi dan bisa deteksi juga dengan cepat berdasarkan indikator PPKM.

Dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan Dr Muhammad Fajri Adda’i mengungkapkan meskipun wisma atlet sepi, tetapi kasus positif Covid-19 secara nasional masih ratusan dan pasien yang meninggal dunia pun masih ada. "Potensi ledakan (kasus) juga kecil walaupun masyarakatnya sudah divaksin,” tuturnya.

Dia menyarankan, sebaiknya masyarakat tidak lengah karena kondisi saat ini masih pandemi. Dia mengatakan, Indonesia perlu melihat negara-negara lain yang mengalami lonjakan kasus lagi ketika kebijakan protokol kesehatan dilonggarkan.

“Indonesia sebaiknya tidak lengah. Artinya, Covid-19 tetap tidak bisa diremehkan. Tetap waspada sampai kondisi benar-benar terkendali. Yang perlu dipahami adalah, keadaan masih dinamis,” ujarnya.

Dr Fajri juga mengimbau bagi masyarakat untuk segera mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Terutama bagi lansia maupun orang dengan komorbid yang lebih rentan terhadap infeksi Covid-19.

“Supaya kita terbebas dan lebih baik lagi kondisinya yaitu itu tetap dorong terus vaksinasi, jangan ragu. Bagi yang belum vaksin dosis lengkap, segera lengkapi, yang belum di-booster, segera booster. Karena salah satu yang menjadi jalan keluar pandemi ini adalah vaksinasi,” ujarnya.

Di lain sisi, dia turut mengapresiasi turunnya angka pasien Covid-19 yang dirawat inap di Wisma Atlet. “Saya ingin mengapresiasi kinerja pemerintah dan segenap elemen yang bergerak dalam sistem kesehatan terutama dalam hal penanganan pandemi ini; tenaga kesehatan terkait, satgas, dan masyarakat,” kata dr Fajri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini