Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkes Sebut Super Immunity Alasan Masyarakat Indonesia Boleh Lepas Masker

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 620 2595933 menkes-sebut-super-immunity-alasan-masyarakat-indonesia-boleh-lepas-masker-wpzM1FtgHF.jpg Ilustrasi Masker. (Foto: Freepik)

PRESIDEN Jokowi akhirnya membebaskan masyarakat untuk tidak lagi menggunakan masker di ruang terbuka. Langkah ini diambil seiring dengan transisi Indonesia menuju endemi.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pun membeberkan menerangkan, sebelum membuat kebijakan tersebut, pemerintah telah melakukan survei. Dari survei itu ditemukan bahwa antibodi masyarakat meningkat pada Maret 2022 dibandingkan dengan Desember 2021.

“Pada bulan Desember kita melakukan survei untuk melihat kadar dari antibodi yang sudah ada di masyarakat, khususnya di Jawa Bali. Sekitar 93 persen sudah memiliki antibodi yang bisa berasal dari vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah atau juga bisa berasal dari infeksi yang diberikan oleh Yang Kuasa (pernah terinfeksi Covid-19),” kata Menkes Budi dalam konferensi pers virtual.

Survei kemudian kembali dilakukan pada Maret 2022 dan menunjukkan hasil antibodi masyarakat yang meningkat. “Sebelum mudik Lebaran dijalankan, kita melakukan survei berikutnya untuk melihat kondisinya seperti apa untuk grup orang yang sama. Ternyata naik dari 93 persen menjadi 99,2 persen,” terangnya.

Hal ini, sambung dia, disebabkan oleh kombinasi percepatan vaksinasi dan penularan Omicron. Kombinasi antara vaksinasi dan infeksi, sambung dia, memungkinkan masyarakat memiliki yang namanya ‘super immunity’.

“Hasil riset di seluruh dunia menunjukkan bahwa kombinasi dari vaksinasi ditambah dengan infeksi membentuk apa yang dikalangan sains disebut super immunity,” ungkapnya.

"Jadi, orang-orang yang sudah pernah divaksinasi kemudian terkena tidak hanya melindungi yang bersangkutan untuk masuk rumah sakit, tapi juga membangun super immunity, jadi kadar antibodinya tinggi dan juga bisa bertahan lebih lama,” tambah Menkes Budi.

Super immunity itulah yang membuat masyarakat lebih bertahan dari varian baru yang sedang menginfeksi beberapa negara. Menurut dia, masyarakat Indonesia sudah memiliki daya tahan terhadap varian baru yang sekarang lagi beredar di seluruh dunia.

“Realitasnya juga dibuktikan dengan adanya kasus yang menurun untuk varian yang sama dibandingkan dengan negara-negara besar lain seperti China, Taiwan, Amerika, yang kasusnya masih relatif lebih tinggi untuk varian yang sama dengan yang ada di Indonesia,” paparnya.

“Sehingga dengan demikian kita melihat bahwa secara bertahap kita bisa mulai melakukan langkah-langkah transisi awal dari pandemi menjadi endemi,” ujar Menkes Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini