Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Strategi RI Perluas Produksi Susu Dalam Negeri

Heri Purnomo, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 620 2607287 intip-strategi-ri-perluas-produksi-susu-dalam-negeri-7aUMHIYsZd.JPG Strategi RI perluas produksi susu dalam negeri. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarvest) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki meresmikan investasi perluasan PT Nestle Indonesia di Pabrik Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/6/2022).

Peresmian investasi PT Nestle Indonesia yakni berupa perluasan kapasitas produksi Milo dan penggunaan boiler biomassa.

Luhut mengucapkan selamat kepada PT Nestle Indonesia yang melakukan expansi investasi senilai Rp368 miliar dengan total keseluruhan yang dilakukan oleh PT Nestle Indonesia sebanyak Rp8,6 Triliun.

 BACA JUGA:Menkop UKM Bantu Kemitraan Peternak dengan Produsen Susu

Luhut mengatakan investasi ini penting dalam meningkatkan produksi Milo di Indonesia.

"Ini yang paling penting, karena sudah diproduksi 100% di produksi dalam negeri," ujar Luhut saat menjadi pembicara dalam acara perluasan kapasitas produksi Milo di pabrik Nestle di Karawang, Selasa (7/6/2022).

Selain itu, dia berharap bahwa dengan investasi ini dapat membantu para unit mikro menegah kecil (UMKM) lebih banyak lagi.

Hal tersebut menurutnya dapat membantu perekonomian Indonesia.

"Hal lain yang kami hargai, menginngat pemerintah saat ini tengah mendorong meningkatkan produksi dalam negeri serta menumbuhkan UMKM untuk lebih banyak lagi," katanya.

Luhut juga mengapresi langkah Nestle yang membangun Boiler Biomassa sehingga dapat menyerap sekam padi dari petani di sekitar Karawang.

"Pembangunan Boiler Biomassa oleh Nestle merupakan langkah yang bagus, kaeena dapat menyerap sekam padi dari petani sekaligus untuk mengurangi secara signifikan emisi gas efek rumah kaca," ucapnya.

Disisi lain, Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan Pemerintah berikan apresiasi kepada PT Nestle Indonesia dengan memperluas kapasitasnya produksi sejalan dengan #gerakanbanggabuatanindonesia, dan kita ingin memperkuat produksi dalan negeri.

Teten mengatakan bahwa adanya investasi yang dilakukan oleh PT Nestle Indonesia merupakan langakah yang baik dalam mengembangkan kemitraan antara koperasi peternak susu dengan offtaker industri.

"Kami ingin mengembangkan kemitraan koperasi peternak susu dengan offtaker industri salah satunya Nestle. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen produk turunan susu terbesar di Indonesia. Selain itu, saat ini kondisi peternak susu di Tanah Air juga sedang mengalami kekurangan produksi," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Teten juga mengunjungi Instalasi Boiler Biomassa milik Nestle.

Dia mengapresiasi acara Peresmian Perluasan Kapasitas Produksi dan Boiler Biomassa, sebagai upaya sektor swasta dalam mendukung pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja, penggunaan bahan baku dalam negeri, dan komitmen dalam mengatasi permasalahan energi dan lingkungan Indonesia melalui pembangunan Biomass Boiler.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar mengatakan sejak 1971 berkomitmen untuk investasi berteruskan di Indonesia, dengan fokus menggunakan sebanyak mungkin bahan baku setempat, serta mendukung keberlanjutan lingkungan.

"Sebuah kebanggaan bagi kami, bahwa hari ini kami Nestle Indonesia memperkuat komitmen untuk investasi berkelanjutan dengan meremiskan investasi kami di parbik karawang di jawa Barat," tambahnya.

Ganesan mengatakan investasi tersebut karena meningkatnya volume permintaan pasar lokal. Salah satu wujud kontribusi Nestle Indonesia adalah penambahan instalasi mesin proses Vacuum Band Dryer (VBD 2) di Pabrik Nestlé Karawang di Jawa Barat.

"Melalui investasi ini, Nestlé MILO akan diproduksi 100% di Indonesia dan mendukung gerakan #BanggaBuatanIndonesia dari Pemerintah Indonesia," paparnya.

Ganesan berharap dengan peningkatan produksi ini diharapkan dapat mendorong Nestle Indonesia untukmenjadi pasar ekspor ke negara lain.

Selain itu, untuk menuju tujuan mencapai emisi net zero pada 2050, Nestlé Indonesia juga berinvestasi dalam penggunaan boiler biomassa yang mengolah sekam padi untuk menghasilkan energi baru terbarukan bagi Pabrik Nestlé Karawang.

"Penggunaan Boiler Biosmassaini akan mendaur ulang sebanyak 8.800 ton sekam padi selama setahun untuk menghasilkan enegeri terbarukan bagi operasional kami dan ini adalah wujud nyata upaya kami untuk melindungi, memperbarui dan memulihkan ekonomi lingkungan demi generasi saat ini dan mendatang," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini