Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih Menular dari Son of Omicron, Pasien Varian BA.4 dan BA.5 Malah Lebih Cepat Sembuh

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 620 2610797 lebih-menular-dari-son-of-omicron-pasien-varian-ba-4-dan-ba-5-malah-lebih-cepat-sembuh-FUv5gdjV1c.jpg Ilustrasi Virus Covid-19. (Foto: Freepik)

VIRUS Covid-19 memang belum berhenti bermutasi, terbaru mutasi yang terjadi adalah varian BA.4 dan BA.5. Kedua virus ini, merupakan turunan atau cucu dari varian Omicron yang sempat membuat kasus Covid-19 di Indonesia melonjak.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan, SpP(K) mengatakan, varian ini memiliki kemampuan menghindar atau mengelabuhi sistem kekebalan tubuh (escape imunity) seperti layaknya Omicorn.

Oleh karena itu, salah satu langkah antisipasi masyarakat, dia mengatakan segera lakukan vaksin Covid-19. Manfaat yang dirasakan bila melakukan vaksinasi, mampu meminimalisir perburukan bila terinfeksi.

"Vaksin membuktikan kepada kita bahwa bisa melindungi diri dari perburukan dan hospitalisasi (dirawat) bila terinfeksi Covid-19," jelasnya dr Erlina dalam webinar Waspada Omicron Subvarian BA.4 dan BA.5 dalam Masa Transisi Menuju Endemi.

Dia pun mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) baik di dalam ruangan hingga di luar ruangan yang padat orang. Gejala dari kedua varian baru ini, menurutnya lebih menular dari varian sebelumnya Omicron (BA.2).

Mengingat turunan dari Omicron sehingga berkemungkinan subvarian BA.4 dan BA.5 sangat menular. Mampu menginfeksi setelah 1-3 hari, dan tidak perlu dikhawatirkan karena proses penyembuhannya lebih cepat.

"Masa inkubasinya cepat 1-3 hari langsung bergejala tapi enggak perlu khawatir karena recoverynya juga cepat. Para ahli pada sepakat bahwa laporan-laporan dari berbagai negara kalau gejalanya hampir sama dan dianggap lebih menular dari BA.2 (son of omicron)," jelas dr Erlina.

Beruntungnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kemunculan varian baru BA.4 dan BA.5 lebih rendah daripada varian sebelumnya, Omicron dan Delta. Menkes Budi mengatakan bahwa jumlah kasusnya hingga hospitalisasi hanya sepertiga, dari kasus Delta dan Omicron.

Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa kenaikan kasus yang saat ini terjadi memang akibat varian baru BA.4 dan BA.5. Sehingga dia memastikan jika kenaikan juga dialami oleh beberapa negara lainnya. Meskipun mengalami kenaikan kasus, dia memastikan jika tingkat perburukan hingga kematian lebih rendah, dibandingkan varian sebelumnya Delta maupun Omicron.

"Jadi walaupun memang menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara, tetapi puncak kasus, puncak hospitalisasi (rawat inap) dan kematiannya lebih rendah dibandingkan omicron sebelumnya," jelasnya.

"Beberapa negara di dunia mengalami kenaikan kasus, dan konsisten karena varian baru BA.4 dan BA.5. Pertama kali teridentifikasi di Afrika," tambah dia.

Sekadar informasi, berdasarkan data cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang disampaikan vaksin dosis 1 sudah capai 95.90% atau 199,719,672 dosis dan vaksin dosis 2 sebanyak 79.90% atau 166,408,403 dosis. Sementara vaksin 3 baru diangka 20.65% atau 43,016,550 dosis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini