Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ikut Pelatihan Digital, 22.515 IKM Siap Kuasai E-Business

Ikhsan Permana, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 620 2615126 ikut-pelatihan-digital-22-515-ikm-siap-kuasai-e-business-5GMbrueRbH.jpg UMKM. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Jendral (Dirjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita mengatakan sekitar 22.515 industri kecil menengah (IKM) telah mendapatkan pelatihan literasi digital.

"IKM yang sudah masuk ke literasi digital itu sejumlah 22.515 IKM dan yang sudah boarding sekitar 14.125 IKM dengan kita menggandeng beberapa market place yang ada," jelasnya dalam FMB9 dengan topik BBI, Jurus Kunci Bangkitkan Gairah IKM, Senin (20/6/2022).

Dia menyebut gerakan nasional bangga buatan Indonesia (BBI) berawal ketika awal pandemi pada Maret 2022, targetnya adalah bagaimana IKM bisa menyajikan produk melalui digital.

 BACA JUGA:3 BUMN Terus Gelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM

"Dengan adanya tuntutan tersebut memang BBI ini ditargetkan ada meningkatnya IKM ataupun UMKM boarding. Jadi dari target 11,7 nanti mencapai 30 juta di tahun 2023," ucapnya.

Selain itu, dia menyampaikan Kemenperin juga meningkatkan pembelian ataupun belanja konsumen terhadap produk artisan.

Sehingga di BBI ini Kemenperin mencoba meningkatkan value dari produk untuk dibeli oleh konsumen.

"Yang terakhir adalah bagaimana kita mendorong partisipasi Pemda dan juga top brand yang ada supaya sama-sama mengolah potensi sumber daya alam yang ada ini plus juga IKM yang ada supaya menciptakan nilai atau produk yang bernilai tambah melalui penjualan secara online," bebernya..

Dia menyebut program E-smart IKM yang dikembangkan oleh Dirjen IKMA dijadikan pintu masuk bagi IKM untuk onboarding.

Hal itu dilakukan, supaya Kemenperin mudah mengumpulkan dan mengelola data IKM-IKM yang ada di Indonesia.

“Jadi untuk kami melakukan pembinaan untuk kami menjamin kualitas, produksinya termasuk fasilitas yang ada di kementerian perindustrian syaratnya adalah IKM tersebut harus ada di data e-smart IKM kami,” tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini