Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisa Sembuh Sendiri, Cacar Monyet Bisa Sebabkan 4 Komplikasi Ini Loh

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 620 2619017 bisa-sembuh-sendiri-cacar-monyet-bisa-sebabkan-4-komplikasi-ini-loh-RpG4qEJU6a.jpg Ilustrasi Cacar Monyet. (Foto: Reuters)

CACAR Monyet atau monkeypox memang sudah menyebar ke berbagai negara, meskipun virus ini belum terdeteksi masuk ke Indonesia. Namun, kekhawatiran perlu ditingkatkan lantaran mereka yang terpapar Covid-19 tidak memiliki rekam jejak ke Afrika, wilayah endemi cacar monyet.

dr. Ni Luh Putu Pitawati, SpKK, Dokter RSPI Sulianti Saroso mengatakan, cacar Monyet diketahui mampu sembuh dengan sendirinya, namun hal itu harus didukung oleh kesehatan. Menurutnya, dalam proses penyembuhan diperlukan tidur atau istirahat yang cukup hingga memenuhi gizi, seperti protein hewan dan nabati.

"Dengan istirahat yang cukup, konsumsi makanan sehat dan bergizi dan banyak minum, sehingga pemenuhan kebutuhan gizi buat kita sehat. Terus juga asupan protein ditingkatkan bisa mempercepat penyembuhan luka, seperti protein hewan dan nabati," jelasnya dalam Siaran Sehat.

Kendati cacar monyet, memiki sifat Self limiting atau sembuh sendiri. Sehingga untuk pemulihan cepatnya, bukan hanya kesehatan tapi juga kebersihan diri. "Monkeypox memang sefl limiting atau bisa sembuh sendiri. Tapi jika tidak didasari dengan kondisi yang sehat bisa terjadi komplikasi," ungkap dr Putu.

Menurut dia, komplikasi bisa terjadi tergantung dengan kondisi kesehatan atau tingkat sistem kekebalan tubuh masing-masing. Adapun komplikasi yang bisa timbul, antara lain:

- Bekas Luka pada tempat cacar

- Cacar mengeluarkan nanah/kondisi memburuk

- Infeksi Paru-paru, hal ini bagi mereka yang sedang melakukan kemoterapi atau sistem kekebalan tubuh lemah.

- Infeksi Saluran Nafas, kondisi terjadi apabila infeksi pada seluruh tubuh

"Pertama bentuknya kelainan kulit yang dalam menimbulkan lesi atau meninggalkan bekas atau cekung di kulit. Kemudian, lainnya mungkin terjadi bila personal hygiene (kebersihan) kita buruk, misalkan selama sakit tidak mandi, sebabkan infeksi bakteri masuk di luka, bisa menimbulkan plenting (cacar) bernanah," jelasnya.

"Bisa juga jika pasien terkena dengan penyakit lain (sedang kemoterapi/cancer) karena kondisi lemah bisa terjadi infeksi di paru-paru. Jika infeksi virus mneyebar ke tubuh saat kondisi lemah bisa sebabkan infeksi pada saluran nafas," tambah dr Putu.

Sekadar informasi, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menjelaskan ada dua priode dalam penularan cacar monyet ini, yang masa inkubasinya yaitu 5 sampai 13 hari atau 5 sampai 21 hari.

Periode pertama, masa invasi (kuman/virus masuk, bisa juga menginfeksi) terjadi selama 5 hari.

Gejalanya:

- Demam tinggi

- Sakit kepala berat

- Adanya benjolan (limfadenopati) di leher, di kaki atau diselangkangan.

Lebih lanjut, periode kedua yaitu masa erupsi (reaksi tubuh) selama 1 sampai 3 hari, yang 95 persen ada ruam.

Gejalanya:

- Demam

- Adanya ruam di kulit dan wajah

- Ruam di telapak tangan, kaki dan selangkangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini