Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Biaya Rumah Mahal, REI dan PUPR Bakal Pakai Cara Ini

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 620 2627581 biaya-rumah-mahal-rei-dan-pupr-bakal-pakai-cara-ini-XpKskkZo3h.JPG Rumah. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kondisi perekonomian global akibat pandemi dan gejolak geopolitik membawa dampak inflasi ke banyak negara di dunia yang juga mengancam Indonesia sendiri.

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida mengatakan ancaman inflasi tersebut menjadi membuat backlog perumahan yang semakin tinggi.

Di mana antara suply and demand perumahan bakal terganggu dari pengaruh inflasi yang ada.

Totok menjelaskan pihaknya bakal mengajukan formula untuk pembiayaan perumahan yang diharapkan.

 BACA JUGA:Generasi Muda Semakin Sulit Punya Rumah, Begini Penjelasan REI

Sehingga mampu untuk mengurangi backlog perumahan yang ada saat ini.

"Saya akan bikin formula, sudah sepakat dengan perbankan dan PUPR membikin formula rant to own atau menyewa untuk memiliki," ujar Totok kepada MNC Portal Indonesia, Senin (11/7/2022).

Dia menyebut secara garis besar, formula rent to own adalah memiliki rumah dengan cara menyewa terlebih dahulu, namun sambil membayar sewa sambil berjalan juga sambil membayar angsuran untuk memiliki rumah tersebut.

Dia mengungkapkan saat ini di tengah banyaknya faktor inflasi global, membuat harga material untuk membangun rumah saat ini memiliki ongkos yang cukup tinggi. Sehingga bakal berdampak pada harga jual rumah baru.

"Jadi misal seorang manager, angsurnya harga Rp1 miliar, berarti kemampuan dia ngangsurnya di Rp9 juta, sedangkan gaji dia Rp15 juta, kan tidak mampu atau tidak bisa secara perbankan," lanjutnya.

Adapun formula ini juga bakal melibatkan perusahaan tempat seorang pegawai yang hendak membeli rumah.

Nantinya perusahaan diharapkan bisa ikut membantu mengangsur selisih harganya.

"Nah dia akan mengangsur di Rp5 juta, ada sewa ada ngangsur juga, spread yang ada, perushaan ikut membantu mengangsur, sehingga karyawan bisa dibentengi dengan baik," bebernya.

"Sekarang kemampuannya belum menutupi, dia sharing dulu pembeliannya, nanti perushaannya akan dibayar akan dibayar plus bunga angsuran itu, jadi total angsuran dibayar," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini