Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adanya Varian Baru Covid-19 BA.5.2.1 dan Masuk Mal Wajib Booster

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 620 2627658 adanya-varian-baru-covid-19-ba-5-2-1-dan-masuk-mal-wajib-booster-vz2oDOrjMa.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

ANGKA positif Covid-19 di Indonesia memang mengalami kenaikan, tidak terlepas dari varian turun dari Omicron yakni BA.4 dan BA.5. Namun, bukan berarti virus tersebut berhenti bermutasi.

Kabar terbarunya menyebut varian BA.5 memiliki turunan bernama BA.5.2.1. Varian ini pun pertama kali terdeteksi di Kota Shanghai, China, di distrik keuangan Pudong pada 8 Juli.

"Kota kami baru-baru ini terus melaporkan lebih banyak kasus positif yang ditularkan secara lokal (Covid-19) dan risiko penyebaran epidemi melalui masyarakat tetap sangat tinggi," kata Wakil Direktur Komisi Kesehatan China seperti dilansir CNA.

Untuk mengantisipasi potensi wabah baru, dia mengatakan penduduk di beberapa distrik utama Shanghai akan menjalani dua putaran tes Covid-19 , dari 12 hingga 14 Juli.

Lebih lanjut Zhao menjelaskan, varian Omicron BA.5 mendorong gelombang baru infeksi Covid-19 di luar negeri. Di mana pertama kali ditemukan di China pada 13 Mei pada seorang pasien pria berusia 37 tahun, terbang ke Shanghai dari Uganda, menurut China Center for Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Sejauh ini, menurut Yuan Zhengan, anggota kelompok penasihat ahli kota tentang pencegahan Covid-19, diketahui varian BA.5 terbukti memiliki tingkat penularan lebih cepat dan kemampuan kekebalan yang lebih baik.

Oleh karena itu, guna memproteksi masyarakat Indonesia dari varian vaksin Covid-19 apapun, pemerintah pun mewajibkan vaksinasi booster. Pasalnya, angka vaksin Booster di Indonesia baru sekira 24 persen.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan vaksin booster akan jadi syarat beraktivitas di ruang publik. Seperti memasuki pusat perbelanjaan atau Mal hingga Hotel.

"Termasuk nanti masuk ke Mal, hotel dan sebagainya. Jadi cara meningkatkan cakupan. Tentu saja akan tercapai 50 persen dalam waktu yang tidak terlalu lama," ujar dr Syahril dalam Siaran Sehat

Upaya tersebut dilakukan bukan lain untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga. Kemudian, memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat.

Menurut Syahril bukan hanya melindungi diri sendiri, melainkan masyarakat lainnya juga ikut terlindungi. Contoh lain yang akan segera melaksanakan syarat vaksin booster yaitu di transportasi umum. Hingga kegiatan berskala besar.

"Ini bukan kewajiban secara paksa tapi ini kita memberikan perlindungan. Bukan hanya melindungi dia, tapi juga lindungi masyarakat kita di area publik," jelasnya

"contohnya kendaraan publik kan perlu dilindungi dan termasuk kegiatan skala besar," tambah dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini