Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sakit Kepala Parah Jadi Gejala Utama Cacar Monyet

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2022 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 620 2628220 sakit-kepala-parah-jadi-gejala-utama-cacar-monyet-eu5PeDZzHF.jpg Ilustrasi Cacar Monyet. (Foto: Reuters)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ada dua kematian baru akibat cacar monyet sejak 27 Juni. Apalagi, saat ini kasus cacar monyet sudah melonjak hingga 77 persen.

Meski sampai sekarang kasus cacar monyet  belum dilaporkan di Indonesia, cacar monyet sudah ditemukan di Singapura, negara tetangga terdekat dengan Indonesia. Oleh karena itu, ada baiknya kita memahami gejala cacar monyet, sehingga ketika tanda-tanda itu muncul, bisa segera ke fasilitas kesehatan.

Bicara soal gejala cacar monyet, sejauh ini gejala yang dilaporkan tidak jauh berbeda dengan laporan awal. Adalah pasien akan mengalami demam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang memang jadi ciri khas penyakit tersebut.

Tapi, ada gejala yang perlu diperhatikan selain itu yaitu sakit kepala parah. Gejala awal ini menjadi perhatian sekarang, terlebih jika gejala itu dibarengi dengan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

"Gejala awal ini umumnya berlangsung 1-3 hari yang kemudian baru ruam khas cacar monyet muncul di kulit," terang laporan Medical Xpress, dikutip MNC Portal, Selasa (12/7/2022).

Ruam cacar monyet sendiri biasanya muncul pertama di wajah dan telapak tangan atau telapak kaki. Tapi, ruam tersebut bisa muncul di area tubuh lainnya. Bahkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pernah mengeluarkan laporan bahwa banyak ditemukan kasus ruam di area alat kelamin bahkan anus pada kasus cacar monyet ini.

"Lesi ruam berkembang ke selangkangan bahkan area alat kelamin, pun sekitar anus pasien," kata dr Aileen Marty, seorang profesor penyakit menular di Departemen Kedokteran FIU Herbert Wertheim College of Medicine.

Dalam kesempatan itu juga dr Marty menerangkan bahwa masa inkubasi virus cacar monyet itu sekitar 5-21 hari, yang pada umumnya itu 6-12 hari. Setelah masa inkubasi, gejala awal muncul lalu kemudian ruam keluar.

WHO melaporkan ada dua kematian baru akibat cacar monyet, menambah angka kematian dari perkembangan terbaru sejak 27 Juni lalu. Menjadikan angka kematian akibat wabah cacar monyet ini, totalnya menjadi tiga sejak virus cacar monyet merebak pada awal tahun ini.

Laporan agensi kesehatan PBB ini mengungkapkan ketiga kematian tersebut terjadi di Afrika. Data dari CDC mengungkapkan sejak wabahnya dimulai pada 2022, setidaknya ada 73 kematian akibat cacar monyet telah terjadi di Afrika.

Tidak hanya itu, WHO juga menyebutkan kalau infeksi cacar monyet telah menyebar ke daerah baru. Kasus positif diketahui telah melonjak hingga 77 persen sejak laporan terakhir.

Hasilnya, laporan WHO menyebutkan saat ini angka kasus positif cacar monyet menjadi 6.027, dengan sebagian besar dilaporkan terjadi di kawasan Eropa. Namun, ketiga kematian telah dilaporkan di Afrika.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini