Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jamaah Haji Indonesia Pulang Besok, Kemenkes Bakal Bekali dengan Kartu Kuning

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 14 Juli 2022 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 620 2629471 jamaah-haji-indonesia-pulang-besok-kemenkes-bakal-bekali-dengan-kartu-kuning-ZEXFrrWcdt.jpg Ilustrasi Naik Haji. (Foto: Al Arabiya)

SEBANYAK 1.556 jamaah haji akan pulang ke Indonesia pada Jumat 15 Juli 2022. Setidaknya ada 4 embarkasi yang akan mengawali fase pemulangan ini, yaitu: kloter pertama Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) 393 orang, Jakarta-Bekasi (JKS) 410 orang, Padang (PDG) 393 orang, dan Solo (SOC) 360 orang.

Plt. Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) RI Susari pun mengimbau agar keluarga maupun kerabat jamaah bisa meminimalisir penyebaran Covid-19, dengan tidak bergerombol saat menjemput di embarkasi masing-masing.

"Larangan (menjemput) secara normatif tidak ada, tetapi kita meningkatkan kesadaran menjaga prokes ketat. Ini menjadi komitmen kita bagaimana melakukan edukasi, antisipasi agar bisa meminimalisir penyebaran Covid-19," kata dia.

Selain itu, dirinya juga mengimbau pada para jamaah haji agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat tiba di rumah masing-masing. Terutama saat tradisi saudara atau tetangga yang datang untuk "mencari berkah".

Karenanya, guna memantau kesehatan jemaah haji ketika pulang ke Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan membekali dengan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji (K3JH) yang warna kuning.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS bahwa jemaah dipantau di daerah masing-masing selama 21 hari oleh dinas kesehatan. Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, diminta segera melapor ke faskes setempat.

"Tentunya selama 21 hari jika timbul gejala sakit, jemaah harus segera lapor dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JHโ€ kata dr Budi dalam laman Kemenkes.

Perlu diketahui, setibanya jemaah haji di Bandara Internasional (debarkasi), mereka langsung diskrining kesehatan, berupa pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah di asrama haji debarkasi.

Fasilitas dalam mengkawal kesehatan para jemaah haji Indonesia, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan posko kesehatan di bandara sebagai pelayanan rawat jalan, emergency, dan rujukan. Ditambah mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular.

Lebih lanjut, dr. Budi mengingatkan jemaah haji agar tetap Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang bergizi, dan jaga kebersihan diri. Hal ini dilakukan setibanya jemaah di kampung halaman dan selama proses pemantauan kesehatan. โ€œUntuk memastikan jemaah tetap sehat sekembalinya ke tanah air,โ€ ujar dr.Budi.

Sebelumnya, Plh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Muhammad Aqil Irham menyampaikan, pihak keluarga diperkenankan menjemput jamaah di debarkasi asrama haji. Kesepakatan ini diputuskan pada rapat koordinasi Persiapan Masa Pemulangan Jamaah Haji tahun 1443 H/2022M, di Jakarta yang dihadiri seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi se-Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga akan mengatur pendistribusian koper seluruh jamaah termasuk air zam-zam. Serta memastikan kelayakan kondisi bus yang akan mengangkut jamaah dari Bandara ke Debarkasi, maupun yang mengangkut jemaah dari Debarkasi ke Kabupaten/Kota.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini