Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Catat Rekor Tertinggi Covid-19 dalam Sejarahnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Juli 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 620 2634459 jepang-catat-rekor-tertinggi-covid-19-dalam-sejarahnya-bSvEpZZzzI.jpg Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)

PANDEMI Covid-19 memang belum usai! Pasalnya, ketika kasus Covid-19 sudah mulai melambat, kembali hadir varian baru yang membuat angka positif Covid-19 kembali meningkat.

Baru-baru ini, China pun mengonfirmasi kenaikan drastis kasus positif Covid-19. Nah, belakangan Tokyo, Jepang, melaporkan rekor baru kasus Covid-19 sepanjang pandemi di Jepang.

Per Rabu, 20 Juli 2022, kasus Covid-19 di Tokyo mencapai 20.401 kasus. Kasus harian di Ibu Kota Jepang tersebut tertinggi sepanjang 2022, sejak 5 Februari sempat membuat catatan rekor baru. Ini membuat pemerintah Jepang mengetatkan aturan bagi masyarakatnya.

Menurut laporan NHK, jumlah pasien Covid-19 yang sakit parah sampai harus menggunakan ventilator maupun mesin jantung-paru ECMO sebanyak 18 jiwa. Turun satu kasus dari hari sebelumnya.

Secara nasional, Jepang sudah mencatat 152.536 kasus hingga 20 Juli, melebihi rekor harian sebelumnya lebih dari 110.000 yang terjadi pada 16 Juli. Tak hanya Jepang, prefektur di seluruh Jepang juga mencatat rekor infeksi baru yang tinggi.

Misalnya saja Prefektur Osaka yang mengonfirmasi 21.976 kasus Covid-19 di Rabu. Angka tersebut tertinggi yang pernah ada dan pertama kali melebihi 20.000 kasus per hari.

Lalu, Prefektur Okinawa melaporkan rekor 5.160 infeksi baru, melampaui rekor sebelumnya yaitu 4.165. Padahal, pada 17 Juli, kasus harian di prefektur itu hanya 1.000 kasus. Jumlah kasus di Okinawa sejak awal pandemi hanya 300.000an kasus, itu hanya 20 persen dari total populasi di Okinawa yang berjumlah 1,46 juta jiwa.

Prefektur Miyagi pun melaporkan rekor tertinggi kasus Covid-19 harian yaitu 2.094 kasus pada Rabu. Itu 2 kali lipat dari angka seminggu sebelumnya dan jauh lebih tinggi dari rekor sebelumnya yang hanya 958 kasus.

Seperti diketahui, China pun tengah mengadopsi kebijakan nol-Covid yang ketat. Seluruh komunitas pun dikunci ketika warga dinyatakan positif. Mereka kemudian dilarang meninggalkan rumah mereka, atau dipindahkan ke pangkalan karantina.

Sangat sedikit pemberitahuan yang sering diberikan sebelum penguncian, sering kali memicu kemarahan dan kecemasan. Beberapa penguncian telah berlangsung selama berbulan-bulan, seperti di kota Shanghai awal tahun ini.

Saat ini, ada lebih dari 1.000 komunitas yang terkunci di negara ini, karena wabah telah mengamuk karena subvarian Omicron yang sangat mudah menular. Lebih dari 90% dari 1,4 miliar penduduk China divaksinasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini