Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Singapura Laporkan Kenaikan Kasus Cacar Monyet, Indonesia Belum Tutup Perbatasan

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 26 Juli 2022 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 26 620 2636593 singapura-laporkan-kenaikan-kasus-cacar-monyet-indonesia-belum-tutup-perbatasan-YpDglNMJvA.jpg Ilustrasi Cacar Monyet. (Foto: Freepik)

KASUS cacar monyet telah menyebar ke 74 negara dan semakin banyak. Kondisi ini pun telah membuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Salah satu negara yang sudah mencatatkan kasus cacar monyet adalah negara tetangga Indonesia, Singapura. Hal ini tentu saja memberikan kekhawatiran khusus, mengingat kasus Covid-19 juga masuk dari luar negeri.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pintu masuk luar negeri tidak akan ditutup. Hal ini karena cacar monyet punya karakter penyakit yang berbeda dengan Covid-19. Cacar monyet dominan menular karena kontak fisik, beda dengan Covid-19 yang punya potensi menular melalui udara.

Ada perbedaan yang sangat jelas antara cacar monyet dengan Covid-19. Pada Covid-19, orang yang sudah terpapar tapi tidak bergejala tetap bisa menularkan virus ke orang lain. Tapi, pada cacar monyet tidak demikian.

"Pada kasus cacar monyet, virus baru akan menular ke orang lain kalau si pasien sudah menunjukkan gejala. Kalau tidak bergejala, virus tidak menular ke orang lain," terang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Hal ini terjadi karena penularan virus cacar monyet didominasi oleh kontak erat dan kontak langsung. Virus baru akan berpindah ke orang melalui cairan lesi cacar monyet.

"Kebanyakan penularan cacar monyet itu lewat cairan lesi cacar monyetnya. Jadi, penularan virus baru akan terjadi kalau ada kontak erat antara pasien dengan orang lain," sambungnya.

Selain itu, cacar monyet menular hanya ketika si pasien menunjukkan gejala seperti ada lesi di kulit atau ruam-ruam kemerahan. Kalau tidak ada gejala, virus kecil kemungkinan untuk menyebar ke orang lain.

"Karena virus cacar monyet ini menular hanya ketika pasien bergejala, surveilans bisa lebih mudah dilakukan. Itu juga yang membuat kami tidak menutup pintu masuk luar negeri," ungkap Menkes Budi.

Lagipula, sambung Menkes Budi, Indonesia sudah cukup kompeten untuk bisa mendeteksi keberadaan virus cacar monyet. Sebab, pemerintah sudah memiliki alat PCR di 1.100 laboratorium dan reagen khusus cacar monyet pun sudah dibeli sebanyak 500 reagen.

Kekuatan ini yang kemudian memaksimalkan surveilans jikalau kasus cacar monyet ditemukan di Indonesia. Terlebih, perawatan pasien cacar monyet pun sudah bisa dilakukan di Indonesia.

"Kami sedang berupaya mendatangkan antivirus untuk cacar monyet ini. Kemudian, vaksin sedang dikembangkan di Amerika Serikat dan Rusia," ungkap Menkes Budi.

"Jadi, masyarakat tidak usah terlalu panik dengan cacar monyet ini. Kami cukup yakin Indonesia bisa mengendalikan masalah ini," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini