Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Implementasikan Ekonomi Biru, KKP Luncurkan Program SFV dan OII

Heri Purnomo, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 620 2641035 implementasikan-ekonomi-biru-kkp-luncurkan-program-sfv-dan-oii-3gxAkOiTnz.JPG Ilustrasi perikanan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan program Smart Fisheries Village (SFV) dan mulai merancang pembentukan Ocean Institute of Indonesia (OII) untuk mendukung implementasi sejumlah program kerja berbasis ekonomi biru yang telah digagas oleh KKP.

Dua program inovasi yang digawangi oleh Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP itu sekaligus untuk menggenjot peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kelautan dan perikanan.

"Kunci utama keberhasilan implementasi kebijakan ekonomi biru adalah SDM yang unggul. Peningkatan dan pengembangan SDM harus dapat terimplementasi dalam program prioritas KKP dan menjawab tantangan pembangunan kelautan dan perikanan melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, dan pemanfaatan inovasi teknologi," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis, Rabu (3/8/2022).

 BACA JUGA:Terapkan Ekonomi Biru, Menteri KKP Optimistis Buka Peluang Usaha dan Lapangan Kerja

Trenggono menjelaskan, SFV merupakan konsep pembangunan desa perikanan berbasis teknologi informasi dan manajemen tepat guna.

Melalui program ini, KKP menargetkan peningkatan ekonomi masyarakat, serta kegiatan produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Untuk mengimplementasikan konsep SFV, BRSDM melakukan penandatangan dokumen kerja sama sinergi pengembangan SFV dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, PT Bank Negara Indonesia, PT Telkom Indonesia, serta PT XL Axiata.

Sementara OII merupakan upaya transformasi BRSDM menjadi BPSDM dalam rangka meningkatkan standardisasi mutu pendidikan, meningkatkan kesempatan yang luas kepada anak pelaku utama, serta pengelolaan kelembagaan yang efisien.

"Saya meminta BPSDM agar membangun suatu institusi pendidikan yang tidak hanya bersifat vokasi, tetapi juga pendidikan keilmuan," katanya.

Sementara, Kepala BRSDM I Nyoman Radiatna mengatakan, pihaknya saat ini mulai bertransformasi memperkuat tugas fungsi pengembangan SDM kelautan dan perikanan bagi pencapaian program terobosan KKP melalui implementasi Smart Fisheries Village dan Ocean Institue of Indonesia.

"Diselenggarakannya Rakernis ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi dan rencana aksi yang implementatif di bidang pendidikan, pelatihan dan penyuluhan bagi masyarakat kelautan dan perikanan guna mendukung percepatan pencapaian tiga program terobosan KKP dengan prinsip Blue Economy," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini