Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atasi Angka Stunting, Kemenkes Andalkan Makanan Alternatif Pemecah Kerawanan Pangan

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 11 Agustus 2022 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 620 2645960 atasi-angka-stunting-kemenkes-andalkan-makanan-alternatif-pemecah-kerawanan-pangan-1hoEtdDvsh.jpg Ilustrasi Anak Stunting. (Foto: Shutterstock)

PRESIDEN Jokowi memang menginginkan angka prevalensi stunting berada di bawah 14 persen. Dia pun menargetkan angka ini dapat terjadi dalam 2 tahun ke depan.

Selain itu, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah juga akan melakukan intervensi terhadap gizi anak, kondisi rumah, dan ketersediaan air. Intervensi tersebut, lanjut Presiden, perlu dilakukan secara terpadu oleh seluruh pihak agar target 14 persen di tahun 2024 tercapai.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Medan bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara melakukan penelitian program Integrasi, yang dinilai bisa mengatasi masalah stunting di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Penelitian yang jadi salah satu inovasi menghasilkan IMUT. IMUT adalah Ikan, Maggot, Unggas dan Tanaman yang diklaim sebagai alternatif pemecahan masalah kerawanan pangan dan percepatan penurunan stunting.

Dampak positif dari IMUT, bermanfaat bagi lingkungan hidup untuk mengurangi sampah organik yang jumlahnya 60% dari total sampah di Kabupaten Mandailing Natal. Sampah organik diurai oleh maggot, maggot yang berprotein tinggi digunakan untuk campuran pakan ikan dan unggas. Kemudian hasil sisa penguraian sampah oleh maggot digunakan untuk pupuk tanaman yang dibudidayakan seperti tanaman sayuran dan tanaman obat.

“IMUT merupakan bentuk pemanfaatan pekarangan dengan budidaya ikan, maggot, unggas dan tanaman yang hasilnya dapat meningkatkan nilai ekonomi keluarga, pemenuhan gizi keluarga yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mewujudkan green environment,” ujar Direktur Poltekkes Medan, Dra. Ida Nurhayati, M.Kes, dalam Sehat Negeriku.

Program IMUT sudah dapat menambah keragaman konsumsi pangan dan dapat memperbaiki status gizi kurang dan sangat kurang bagi Balita. Namun, untuk memperbaiki stunting masih diperlukan waktu yang lebih panjang lagi, karena masalah stunting merupakan masalah gizi kronis.

Bupati Mandailing Natal HM Jafar Sukhairi Nasution menyebut, ada 17 organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilibatkan secara langsung sebagai upaya penanggulangan persoalan stunting di Kabupaten Mandailing Natal. Sebagai informasi, penelitian dilakukan selama 3 bulan di Kabupaten Mandailing Natal, tepatnya di Kelurahan Hutagodang dan Desa Tolang Kecamatan Ulupungkut.

“Tentunya 17 OPD ini akan diberikan pos anggaran pelaksanaan program. Saat ini, Pemkab Mandailing Natal juga telah membentuk tim upaya pemulihan lingkungan, yang bertugas mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat,” kata Bupati Jafar.

Kendati demikian, IMUT diharapkan dapat mengatasi kekhawatiran tentang kelestarian lingkungan hidup dan kebersihan lingkungan melalui pengolahan limbah organik, pemberdayaan masayarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program tiap 1 rumah 1 IMUT.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini