Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mayoritas Pasien di RS Lansia, Menkes Minta Orang Tua Segera Vaksin Covid-19 dan Booster

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 00:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 620 2646153 mayoritas-pasien-di-rs-lansia-menkes-minta-orang-tua-segera-vaksin-covid-19-dan-booster-jRruoHWKYp.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

KASUS positif Covid-19 di Indonesia memang mengalami kenaikan setiap harinya. Meski demikian, angka positif tersebut masih leih rendah jika dibandingkan dengan negara lain.

Tercatat angka positif Covid-19 di Indonesia mencapai 7 ribuan per hari, sementara di Jepang, angka positid Covid-19 tercatat mencapai 300 ribuan per hari. Meski demikian, bukan berarti kita bisa berpuas diri dan melupakan protokol kesehatan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak para orang lanjut usia (lansia) segera melakukan vaksinasi booster Covid-19. Hal itu melihat, mayoritas penyebab pasien Covid-19 dengan kondisi berat di rumah sakit belum divaskinasi.

“Kalau sudah divaksin atau booster, maka risiko seseorang tertular Covid-19 turun jauh dibandingkan yang belum vaksin atau booster,” ujar Menkes Budi dalam Sehat Negeriku.

Lebih lanjut Budi mengatakan, lansia yang tertular Covid-19 dan dirawat di rumah sakit memiliki risiko kematian 20 kali lebih tinggi, daripada lansia di bawah usia 50 tahun. Kemudian paling banyak masuk rumah sakit dan meninggal adalah yang belum divaksin.

“Jadi pesan saya cuman satu, cepat-cepat divaksin dan booster, kalau tertular tidak apa-apa tapi insha Allah tidak masuk rumah sakit dan mengurangi risiko kematian,” imbuhnya.

Kendati demikian, dia meminta jangan sampai merasa aman hanya karena sudah vaksinasi dosis 1 dan dosis 2. Sebab manfaat atau efikasi vaksin akan turun, setelah 6 bulan karena itu perlu dilakukan vaksinasi booster.

“Kita lihat kemungkinan orang tertular Covid-19 yang masuk rumah sakit setelah vaksin dosis 1 dan 2, serta booster jumlahnya kecil sekali. Oleh karena itu masyarakat diimbau divaksinasi dosis lengkap dan booster karena mengulangi risiko masuk rumah sakit atau risiko kematian,” jelas Menkes Budi.

Sekadar informasi, saat ini tercatat total vaksinasi dosis pertama mencapai 202,84 juta dosis atau 86,44 persen, sementara vaksinasi dosis kedua yakni 170,39 juga dosis atau 72,61 persen, dan vaksinasi booster yakni 57,98 dosis atau sekira 24,71 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini