Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minta Tingkatkan Turunan Nikel ke Swasta, Menteri ESDM: Kita Punya, Kenapa Kita Tidak Dibikin

Rizky Fauzan, Jurnalis · Senin 15 Agustus 2022 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 620 2648128 minta-tingkatkan-turunan-nikel-ke-swasta-menteri-esdm-kita-punya-kenapa-kita-tidak-dibikin-kheNJ853ec.jfif Ilustrasi nikel. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memberikan apresiasi pengelolaan tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Kami berikan penghargaan kepada manajemen PT Vale Indonesia yang telah terus berupaya mengoptimalkan pengolahan sumber daya kita, khususnya nikel, sehingga bisa menjadi salah satu leading (dalam pertambangan nikel)," kata Arifin dari laman Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Menteri ESDM meminta Vale meningkatkan produksi olahan dari turunan nikel melalui hilirisasi agar bisa memberikan nilai tambah yang lebih optimal serta meningkatkan investasi.

Menteri ESDM juga memita Vale membuka lapangan pekerjaan yang masif bagi penduduk sekitar.

 BACA JUGA:Menteri ESDM: Gas Kita Lebih Besar Dibanding BBM

"Tadi, kami sudah bicarakan dengan manajemen, bagaimana ke depannya Indonesia juga bisa memiliki industri untuk memproduksi nikel powder. Nikel powder ini tidak banyak di dunia. Kita punya nikelnya, kenapa tidak sekaligus kita bikin dari core sampai purified nikel," kata Menteri ESDM kepada jajaran Vale Indonesia.

Vale Indonesia saat ini sudah memiliki satu fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel di Sorowako dengan kapasitas 70.000 ton nikel matte.

Selain proyek eksisting tersebut, Vale merencanakan pembangunan tiga smelter baru. Pertama, fasilitas pengolahan nikel reduction kiln-electric furnace (RKEF) dengan perkiraan produksi sebesar 73.000 ton dalam bentuk FeNi (feronikel) di Morowali, Sulawesi Tengah.

Kedua, proyek pembangunan pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL) Pomalaa yang berlokasi di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dengan potensi kapasitas produksi mencapai 120.000 ton.

Proyek pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian komoditas nikel terintegrasi dengan penambangan di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara tersebut telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN).

Terakhir, rencana pembangunan pabrik HPAL yang merupakan proyek ekspansi smelter Sorowako dengan target kapasitas produksi sekitar 60 kiloton nikel.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini