Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penataan Mangrove di Bali Jelang G20 Rampung, Begini Penampakannya

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 31 Agustus 2022 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 31 620 2657940 penataan-mangrove-di-bali-jelang-g20-rampung-begini-penampakannya-G4lcHHTdjJ.JPG Kawasan Mangrove di Bali jelang G20 rampung. (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan Penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai, Bali.

Di mana ini akan digunakan sebagai showcase mangrove bagi para pimpinan negara delegasi yang hadir.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Indonesia sebagai tuan rumah pada KTT G20 tahun 2022 nanti akan mengambil tema besar yaitu recover together, recover stronger.

โ€œBali yang akan menjadi pusat lokasi penyelenggaraan KTT G20 akan dibuat lebih ramah lingkungan melalui kegiatan pembenahan infrastuktur kawasan yang didukung dengan penghijauan yang masif,โ€ kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Selasa (30/8/2022)

ย BACA JUGA:Tingkatkan Akses Air Minum di Desa, PUPR Kucurkan Rp800 Miliar

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bali I Nyoman Sutresna mengatakan, pekerjaan penataan yang berada di sekitar kawasan Waduk Muara Nusa Dua tersebut saat ini sudah hampir selesai.

"Untuk di area utama mulai dari Monumen G20, parkir Kepala Negara, area beji, bangunan pendopo wantilan, jalur tracking mangrove, dan area persemaian mangrove sudah tinggal pekerjaan finishing. Rencananya akan mulai dilaksanakan gladi/simulasi persiapan acara sekitar akhir Agustus atau awal September 2022," bebernya.

Sedangkan untuk area Mangrove Information Center (MIC), menurutnya masih dalam tahap penyelesaian konstruksi melingkupi bangunan area ticketing, track pejalan kaki, menara pandang, dan viewing deck Tanjung Benoa.

Menurutnya, yang menjadi tantangan dalam penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai yakni dalam pelaksanaan konstruksi tidak diperkenankan merusak kondisi lingkungan sekitar.

Dalam penataan kawasan mangrove tersebut, Kementerian PUPR juga membangun fasilitas pembibitan dan persemaian mangrove yang terdiri dari tiga fasilitas bangunan, yakni Production House Area untuk penanaman bibit, Germination House Area untuk pengembangan bibit hingga menjadi tunas/kecambah dan area persemian (open growth area) mangrove yang sudah setinggi 30-50 cm.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini