Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini KIPI dari Vaksin Cacar Monyet yang Perlu Diketahui

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 620 2667269 begini-kipi-dari-vaksin-cacar-monyet-yang-perlu-diketahui-orrbJkzjdD.jpg Ilustrasi Vaksin Cacar Monyet. (Foto: Shutterstock)

KASUS cacar monyet memang tengah menjadi perhatian banyak negara, apalagi Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menampatkan virus cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Indonesia sendiri juga sudah mencatatkan adanya virus cacar monyet, meskipun hanya pada 1 orang. Meski demikian, cacar monyet tidak berbeda dari cacar biasa, oleh karena itu vaksin yang diberikan pun sama dengan cacar biasa.

Tapi, layaknya vaksin normal, mereka yang mendapat vaksin cacar juga kemungkinan mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Ketua Satuan Tugas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Hanny Nilasari, Sp.KK mengungkapkan kemungkinan KIPI usai seseorang mendapatkan vaksin cacar monyet salah satunya nyeri saat disuntik.

"Mulai dari yang ringan seperti ada rasa nyeri saat pertama kali disuntikan sampai berat. Yang paling berat, yang pernah saya baca itu nyeri otot, kelemahan otot. Laporannya, hanya beberapa saja," kata dia seperti dilansir dari Antara.

Namun, Hanny mengatakan, sebaiknya orang-orang tak perlu takut mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi itu. Vaksin ini dibutuhkan tubuh demi memberikan perlindungan dari infeksi virus penyebab cacar monyet.

Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu memperkirakan bahwa batch awal vaksin cacar monyet dari Bavarian Nordic, perusahaan bioteknologi asal Denmark akan tiba pada akhir Oktober 2022 mendatang.

Menurut Hanny, IDI dalam tahap finalisasi mengeluarkan rekomendasi terkait pemberian vaksin ini.Saat ini, satu rekomendasi yang sudah dikeluarkan yakni vaksin dipilih agar dapat digunakan untuk seluruh populasi berusia lebih dari 18 tahun dan ibu hamil.

Hanny mengatakan, sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin cacar monyet sementara ini diberikan pada populasi terbatas yakni tenaga medis, mereka yang berkontak dengan pasien cacar monyet dan populasi orang yang melakukan kontak seksual berganti-ganti pasangan.

"Kita harus bijaksana untuk mengindikasikan kepada siapa sebetulnya kita berikan vaksin, karena dari WHO belum ada arahan untuk memberikan vaksinasi kepada seluruh masyarakat," kata Hanny.

Vaksin cacar monyet nantinya memberikan suatu antibodi yang dihasilkan tubuh. Hanny mengatakan, vaksin tidak mencegah supaya terjadi manifestasi klinis cacar monyet, tetapi melindungi diri dari beratnya infeksi dan mencegah komplikasi.

Di Indonesia, satu kasus cacar monyet terkonfirmasi pada seorang berusia 27 tahun dengan riwayat bepergian ke negara yang sudah terkonfirmasi dengan kasus cacar monyet. "Di situlah pintu masuknya, jadi ada kunjungan ke lokasi yang ada kasus terkonfirmasi," demikian kata Hanny.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini