Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Geber Panas Bumi, RI Kembangkan Skema Bisnis Baru

Rizky Fauzan, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 620 2667467 geber-panas-bumi-ri-kembangkan-skema-bisnis-baru-JzeM0qz4wY.jpg Panas Bumi (Foto: Dokumentasi PGE)

JAKARTA - Indonesia akan mengembangkan skema bisnis baru untuk mengoptimalkan energi panas bumi. Tercatat, saat ini pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir dengan kapasitas terpasang mencapai 12 gigawatt.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan, pembangkit listrik tenaga panas bumi menyumbang sekitar 2,2 GigaWatt (GW) dan masih terus dikembangkan melalui skema bisnis baru untuk mempercepat program transisi energi.

"Pembangkit panas bumi diperkirakan akan mencapai 22 GW yang didorong dengan pengembangan skema bisnis baru. Inovasi teknologi yang kompetitif dan terjangkau, antara lain deep drilling geothermal development, enhance geothermal system, dan offshore geothermal development," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam forum pertemuan ilmiah tahunan The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022 di Jakarta, Rabu (14/9/2022).

BACA JUGA: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Industri Panas Bumi Skala Global, Ini Penjelasannya 

Pemerintah Indonesia telah menetapkan peta jalan jangka menengah terkait penambahan EBT melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN tahun 2021-2030.

Dalam peta jalan itu, lanjutnya, penambahan EBT ditargetkan mencapai 20,9 GW atau setara 51,6 persen dari total pembangkit listrik yang dibangun oleh PLN.

Menteri ESDM mengungkapkan pembangkit listrik tenaga panas bumi ditargetkan mencapai 3,3 GW pada 2030. Pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi untuk mendongkrak listrik panas bumi, antara lain adanya government drilling program yang menyediakan geothermal fund, sinergi BUMN, dan optimalisasi sumber daya ground field.

Dia mengungkapkan upaya meningkatkan dan mempercepat pengembangan energi bersih menuju transisi energi akan membutuhkan beragam teknologi dan dukungan keuangan dari berbagai entitas yang meliputi pemerintah, organisasi internasional, lembaga keuangan, bisnis, serta para filantropi.

Follow Berita Okezone di Google News

Akses penggunaan dan pemanfaatan teknologi juga harus dibuat lebih inklusif. Oleh karena itu, kata dia, akses dan pembiayaan yang terjangkau harus dijajaki secara masif.

"Saat ini Indonesia ada dua skema pembiayaan panas bumi yaitu geothermal energy uptstream development project dan geothermal resource risk mitigation yang merupakan kerja sama antara Kementerian Keuangan, PT SMI, dan Bank Dunia," katanya.

Ketua Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Prijandaru Effendi menyampaikan bahwa pemangku kepentingan panas bumi telah berkolaborasi memulai inisiatif baru untuk mencari terobosan, gagasan agar energi panas bumi dapat berperan serta menjadi andalan dalam transisi energi. Pengembangan potensi panas bumi di Indonesia harus terus ditingkatkan dalam berbagai bentuk, mulai dari ekspansi lapangan eksisting, kegiatan eksplorasi pada area area baru dan pemanfaatan panas bumi beyond energy.

"Diharapkan momen ini dianggap mampu menciptakan peluang baik untuk menjalin kerjasama antara pemangku kepentingan industri panas bumi," ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana IIGCE 2022 Riza Pasikki mengatakan,tujuan diselenggarakannya The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022 akan selalu menjadi forum dan momen besar dalam mempertemukan lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, pemangku kepentingan, investor, perusahaan jasa, akademisi, dan pakar industri panas bumi untuk meningkatkan serta mempercepat pengembangan di industri panas bumi di Indonesia khususnya dan sudah tentu seluruh dunia sebagai tanggung jawab bersama bagi masa depan yang lebih baik.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini