Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terpuruk di F1 2022, Lewis Hamilton Akui Sering Merenung

Cikal Bintang, Jurnalis · Selasa 27 September 2022 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 27 620 2675973 terpuruk-di-f1-2022-lewis-hamilton-akui-sering-merenung-pDAmheLJU5.JPG Pembalap Tim Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton. (Foto: Reuters)

SINGAPURA – Pembalap Tim Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton, mengaku akhir-akhir ini sering merenungkan nasibnya di ajang balap Formula One (F1). Pasalnya ia merasa sudah berusaha ssemaksimalkan mungkin, tapi hasilnya ia tetap kesulitan untuk bersaing memperebutkan gelar juara di F1 2022.

Hamilton saat ini berada di urutan keenam klasemen sementara F1 GP 2022. Sulit bagi pembalap asal Inggris itu untuk mengejar ketertinggalan lantaran terpaut jauh secara poin dari pemimpin klasemen.

Lewis Hamilton

Ini merupakan kali pertama Verstappen gagal bersaing untuk gelar di F1 GP. Pada delapan musim sebelumnya, Hamilton selalu berada di zona tiga besar F1 GP, bahkan memenangkan enam diantaranya.

Kegagalan ini membuat Hamilton sedih. Akan tetapi, pembalap berusia 37 tahun itu menganggap kegagalan ini sebagai batu loncatan agar dirinya bisa terus berkembang di kemudian hari.

"Ini tentang meluangkan sedikit waktu, merenung dan melihat apa yang bisa dilakukan lebih baik. Sebagai atlet kami sangat bertekad dan kami tidak suka kalah, kami tidak suka gagal," kata Hamilton dinukil dari Racing News 365, Selasa (27/9/2022).

"Gagal bukanlah pilihan, tapi terkadang Anda tetap gagal, dan itu bagian dari proses. Ini tentang tidak menyerah, ini tentang bagaimana Anda menerimanya dan bagaimana Anda menggunakan pengalaman itu untuk melanjutkan lagi,” sambungnya.

Lewis Hamilton

Kendati begitu, Hamilton mengatakan sering merenung usai mengalami kegagalan, contohnya setelah gagal bersaing dalam balapan. Setelah merenung, barulah Hamilton dan timnya mampu mengevaluasi kesalahan dalam balapan tersebut.

"Ini tidak mudah. Bisa memakan waktu lima menit, bisa sehari, tapi juga beberapa hari (untuk menghadapi kegagalan). Kami menang dan kalah sebagai tim dan kami bangkit bersama. Emosinya berubah-ubah,” tutup Hamilton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini