Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ahli Mikrobiologi Ingatkan, Covid-19 Masih Ada Meskipun Terkendali

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2022 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 620 2681225 ahli-mikrobiologi-ingatkan-covid-19-masih-ada-meskipun-terkendali-LQ9ta6uGU2.jpg Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)

INDONESIA memang menjadi salah satu negara yang berhasil mengendalikan Covid-19. Ini terlihat dari angka konfirmasi kasus terus melandai dan tingkat vaksinasi sudah cukup tinggi.

Ahli Mikrobiologi Prof Amin Soebandrio dan Ahli Kesehatan Masyarakat Prof Asri C. Adisasmita, menilai bahwa masih ada indikator lain yang harus dilewati Indonesia sebelum masuk ke fase endemi Covid-19.

"Sejauh ini Indonesia 'berhasil' mengendalikan pandemi Covid-19, bukan mengeliminasi, ya. Meski begitu, prokes harus menjadi gaya hidup masyarakat demi mencapai kondisi terkendali yang lebih optimal," terang Prof Amin dalam sesi Talkshow virtual, Rabu (5/10/2022).

"Prokes seperti pakai masker, menjaga kebersihan, menjaga jarak, itu penting dilakukan sekalipun Covid-19 telah terkendali, karena virus masih ada dan bersirkulasi di sekitar kita," tambahnya.

Hal senada disampaikan juga oleh Prof Asri bahwa mengacu pada data angka kesakitan di rumah sakit maupun kematian akibat Covid-19, laporan menunjukkan terjadi penurunan yang cukup berarti dibanding era Delta tahun lalu.

Bahkan, pemerintah Indonesia sudah melakukan rileksasi pada beberapa bidang kehidupan, seperti sudah tidak lagi 100 persen work from home, pun sekolah sudah dibuka. Ini membawa optimisme bahwa pandemi bisa segera diselesaikan.

"Perbaikan kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya tingkat vaksinasi yang sudah tinggi hingga mutasi yang terjadi tidak menyebabkan keganasan karena tubuh sudah kebal," ungkap Prof Asri.

Meski sudah ada perbaikan kondisi, sarannya, testing Covid-19 tetap dilakukan dan mungkin tetap melakukan mapping mutasi virus. Kemudian juga walaupun penularan tidak semasif dulu, tetap pakai masker, menghindari kerumunan, dan menjaga ventilasi dengan baik.

"Kebiasaan yang sudah tercipta ini jangan dihilangkan begitu saja ketika Badan Kesehatan Dunia (WHO) nantinya mengumumkan pandemi Covid-19 berakhir. Kebiasaan itu harus terjaga, karena tetap ada risiko bahaya patogen lainnya," terang Prof Asri.

Ya, ditambahkan Prof Amin, tetap ada risiko penyakit serius lainnya sekalipun pandemi Covid-19 telah dinyatakan berakhir oleh WHO. Ini kemungkinannya bisa meningkat jika prokes yang selama ini dibangun, diabaikan begitu saja.

"Mungkin kasus Covid-19 tidak bertambah, tapi ada kondisi lain atau patogen lain yang terjadi bersamaan seperti dengue atau legionella. Bahkan, ada beberapa kasus berat dilaporkan terjadi secara mendadak pada pasien yang antibodinya positif Covid-19, tapi gejala tidak mengarah ke Covid-19. Ini pentingnya tetap waspada dan tidak abai prokes," tambah Prof Amin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini