Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik Kandungan BPA pada Air Galon, Benarkah Menyebabkan Kanker?

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2022 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 620 2681328 polemik-kandungan-bpa-pada-air-galon-benarkah-menyebabkan-kanker-2uQ6ogyVFB.jpeg Kandungan BPA pada air galon belum terbukti menyebabkan kanker (Foto: Shutterstock)

POLEMIK kandungan BPA pada air galon kerap dikaitkan dengan risiko kanker. Ternyata hingga kini belum ada buktinya.

BPA adalah zat yang terdapat dalam kemasan, biasanya kaleng atau plastik. Fungsinya untuk memperkuat daya tahan kemasan sehingga bisa digunakan ulang. Komposisi BPA dalam wadah atau kaleng ini sangat kecil, dan tidak mudah untuk terurai.

air galon

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. dr. Aru Wisaksono Sudoyo SpPD-KHOM, menjelaskan, BPA tak membawa risiko kanker karena sampai sekarang belum terbukti. Tidak cukup data untuk menyatakan BPA menyebabkan kanker.

“Sampai saat ini belum ada buktinya. Kita perlu mengumpulkan data yang lebih banyak lagi dalam beberapa tahun ke depan sampai kita benar-benar yakin tentang hal ini,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kanker, menurut Prof Aru, disebabkan 3 faktor yang berkaitan dengan gaya hidup. Kalau yang ini sudah ada bukti ilmiahnya.

Antara lain faktor risikonya yakni overweight atau obesitas, gaya hidup kurang olahraga, dan pola makan tidak sehat. Selain tiga faktor tersebut faktor lain seperti zat kimiawi dari lingkungan pengaruhnya sangat kecil hanya sekitar 2%.

“Isu rokok lebih penting dikaitkan dengan kanker dibandingkan BPA. Sekali lagi, masih ada konflik data terkait BPA menyebabkan kanker,” jelas Prof. Aru.

Lalu ada juga polemik BPA bisa mengganggu endokrin. Spesialis Penyakit Dalam, dr. Laurentius Aswin Pramono, M-Epid mengatakan terkait dengan endokrin, pada dasarnya semua bahan kimia bersifat endocrine disruptor, yaitu komponen kimiawi yang bisa mengganggu fungsi sistem endokrin dan reproduktif dalam tubuh kita.

Hanya saja, butuh kadar yang sangat besar dalam satu waktu secara bersamaan. Dr. Aswin juga menjelaskan kalau kandungan BPA dalam galon guna ulang hanya 0,001% dari ambang batas yang bisa mengganggu.

BPA yang masuk ke tubuh sehari-hari dalam jumlah kecil tidak akan terakumulasi, sehingga potensinya sangat minim untuk bisa menimbulkan endocrine disruption.

Secara etiologi dalam skala global, tidak ada hubungan kausalitas yang kuat antara BPA dengan berbagai penyakit, seperti kanker dan gangguan endokrin.

Sejumlah badan kesehatan terkemuka dari seluruh dunia (termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Health Canada, Otoritas Keamanan Pangan Eropa dan Standar Makanan Australia Selandia Baru), menyatakan bahwa paparan BPA tidak menimbulkan risiko kesehatan atau masalah keselamatan bagi orang-orang dari segala usia.

"Tidak seperti rokok dengan kanker paru, atau virus HPV dengan kanker serviks, yang memang secara etiologi hubungan kausalitasnya sangat kuat,” papar dr. Aswin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini