Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tekan Penggunaan Sampah Plastik hingga 70%, Ini yang Harus Dilakukan

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Rabu 26 Oktober 2022 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 26 620 2694817 tekan-penggunaan-sampah-plastik-hingga-70-ini-yang-harus-dilakukan-aqbmdG162R.png Atasi Penumpukan Masalah Plastik di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat dari 68,5 juta ton limbah sebanyak 11,6 juta ton adalah sampah plastik. Guna mengatasi masalah sampah tersebut, pemerintah menyusun peta jalan transformasi ekonomi hijau yang menitikberatkan pada pengurangan penggunaan sampah plastik guna mencapai target menekan sampah plastik hingga 70% di 2025.

Untuk itu dibutuhkan tindakan prioritas di seluruh ekosistem pengelolaan sampah termasuk pengurangan penggunaan plastik, inovasi kemasan, serta pemulihan, daur ulang, dan pengumpulannya sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No.75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah.

Selain itu, produsen juga dituntut untuk membangun desain kemasan yang mendukung praktik ekonomi sirkular dimana dapat menjaga fungsi dari kemasan sekaligus mengurangi potensi timbulan sampah serta penggunaan plastik sekali pakai, sebagai contoh kemasan galon guna ulang.

Baca Juga: Suzuki Marine Pakai Teknologi Ini Kurangi Sampah Plastik di Laut

Penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) FEB UI mengungkapkan, salah satu alasan konsumen memilih galon guna ulang adalah membantu meminimalisir dampak lingkungan.

“Riset menyatakan, bahwa tanpa penggunaan galon guna ulang, 7 dari 10 konsumen akan beralih pada penggunaan kemasan sekali pakai. Dengan demikian, tentunya hal ini akan berpotensi meningkatkan timbulan sampah kemasan sekali pakai hingga 770.000 ton per tahun. Akibatnya, emisi sampah plastik akan bertambah hingga 1.655.500 ton per tahun," ujar Peneliti Ekonomi Lingkungan, Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia (FEB UI), Bisuk Abraham Sisungkunon, Rabu (26/10/2022).

Selain mengurangi dampak terhadap lingkungan, penggunaan galon guna ulang juga berkontribusi positif bagi perekonomian bangsa melalui sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp460 miliar.

Baca Juga: Podcast Aksi Nyata: Yuk Kenali Bedanya Sampah Plastik PP dan PET di Indonesia

Lebih lanjut, sektor galon guna ulang juga mendorong penciptaan lapangan kerja nasional sebesar 16.732 yang berasal dari 13.316 kesempatan kerja langsung sebagai agen pemasaran produk, pekerja depo, supir truk distribusi hingga potensi penambahan 3.416 lapangan kerja tidak langsung dari sektor industri ini.

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Aktivis Lingkungan dari Komunitas Nol Sampah, Wawan Some mengatakan, pada prakteknya, pihak sudah memahami bahwa galon guna ulang memiliki kontribusi dalam mengurangi kebocoran sampah plastik di lingkungan. Karena, dengan mengonsumsi air kemasan galon guna ulang, masyarakat secara tidak langsung menjalankan budaya reuse yang berdampak dalam mengurangi potensi sampah plastik.

"Mungkin kita sama-sama paham, bahwa sampah plastik dapat didaur ulang, namun butuh waktu dan biaya tambahan dalam proses pengumpulan dan penyortiran. Hal ini dikarenakan, industri menggunakan plastik yang berbeda saat membuat kemasan sehingga pengepul perlu memisahkan kemasan sekali pakai, label, dan juga tutupnya. Belum lagi keterbatasan titik pengumpulan, sehingga membuat sampah daur ulang yang harus diangkut berpotensi menyumbangkan emisi karbon,” ujarnya.

Dengan adanya data dari LPEM UI justru semakin mempertegas bahwa galon guna ulang memberikan kontribusi bagi ekonomi sirkular.

“Temuan ini dapat kami jadikan materi edukasi masyarakat dan advokasi pemerintah,” imbuh Wawan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini