Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Produsen Terbesar Dunia, RI Perkuat Hulu-Hilir Industri Kelapa Sawit

Fayha Afanin Ramadhanti, Jurnalis · Jum'at 18 November 2022 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 18 620 2710238 produsen-terbesar-dunia-ri-perkuat-hulu-hilir-industri-kelapa-sawit-xgvsH0cmVc.jpg RI Perkuat Industri Hulu-Hilir Sawit (Foto: PTPN)

JAKARTA - Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia sudah seharusnya terus memperkuat sektor hulu dan hilir industri kelapa sawit dengan berbagai inovasi dan terobosan baru.

“Inovasi dan terobosan-terobosan baru sangat diperlukan agar industri kelapa sawit dapat terus berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat,” ujar Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (18/11/2022).

 BACA JUGA:Pembebasan Pungutan Ekspor CPO Diperpanjang, Pengusaha Sawit: Industri Sudah Kembali Normal

Untuk itu, PTPN III melalui anak usahanya, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) dan unit kerja Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) membuka dua pusat pembelajaran, yakni Oil Palm Education Center (OPEC) dan Coffee Cocoa Learning Center (CCLC) di Kawasan Oil Palm Science Techno Park (OPSTP) Medan, Sumatera Utara.

"Di dalam OPEC, terdapat beberapa fasilitas antara lain pabrik skala mini yang cukup lengkap dari CPO, minyak sawit merah, minyak goreng padat, margarin, dan proses hidrogenasi untuk produksi Cocoa Butter Subtitute (CBS),” katanya.

Selain itu, OPEC juga dilengkapi dengan rumah produksi cokelat dan bakery. Fasilitas di dalam OPEC dapat digunakan oleh tenant/UKM binaan OPSTP, masyarakat umum, dan tentunya sebagai media pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa.

“OPEC diharapkan dapat meningkatkan sinergi Academic-Business-Government dan Community (ABGC), sehingga keberlanjutan industri sawit dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat akan semakin meningkat,” katanya.

 

Di lokasi yang sama, PPKS juga telah membangun Coffee Cocoa Learning Center (CCLC). Fasilitas ini merupakan bentuk nyata sinergi inkubasi teknologi lintas pusat penelitian (Puslit) yang bernaung di bawah PT RPN.

“CCLC ini merupakan hasil dari kerjasama antara PPKS dengan Pulit Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI),” ujar Abdul Ghani.

Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Edwin S Lubis menyampaikan, CCLC diharapkan dapat menjadi benchmark untuk perluasan ruang komunikasi ilmu dan teknologi di bidang sawit, kopi, dan kakao di Sumatera bagian utara dan sekitarnya.

“CCLC didirikan di Medan karena dekat dengan wilayah sentra penghasil kopi Arabika di Indonesia. Selain itu, Sumatera Utara juga merupakan lokasi yang sangat baik untuk pengembangan kakao di Indonesia, karena kondisi agroklimatnya cukup baik untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman ini,” ujar Edwin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini