Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Kebaya, Ini Deretan Budaya Indonesia yang Sedang Didaftarkan ke UNESCO

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Sabtu 26 November 2022 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 620 2715416 selain-kebaya-ini-deretan-budaya-indonesia-yang-sedang-didaftarkan-ke-unesco-3H1dZp585y.jpg Kebaya. (Foto: Instagram)

INDONESIA memang tetap bisa mendaftarkan kebaya sebagai warisan tak benda ke UNESCO, meskipun Singapura dan tiga negara tetangga lain telah melangkah duluan. Indonesia nantinya mengambil jalur single nation untuk menggaungkan Kebaya Goes to UNESCO.

Ketua Gerakan Perempuan Berkebaya Indonesia Rahmi Hidayati mengatakan, hal itu bisa saja dilakukan jika keempat negara tersebut gagal membuktikan kepada UNESCO terkait pelestarian kebaya yang telah mereka klaim.

“Apakah bisa membuktikan bahwa 25 tahun yang lalu orang-orang disana sudah pakai kebaya, itu mereka berhak untuk mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda kepada UNESCO,” ujar Rahmi saat diwawancara via daring.

Kebaya

Meski begitu, proses pendaftaran kebaya sebagai warisan tak benda ke UNESCO juga memiliki proses yang tak instan. Pasalnya, selain harus menunggu hasil dari pendaftaran keempat negara tersebut, Indonesia juga warisan budaya apa saja yang menjadi prioritas untuk didaftarkan ke UNESCO.

Pasalnya, tak hanya kebaya, dalam beberapa tahun belakangan, Indonesia juga telah memproses beberapa warisan budaya untuk didaftarkan ke UNESCO, mulai dari jamu, hingga Reog yang prosesnya bahkan telah dilakukan sejak 2011 lalu.

“Untuk yang single nomination itu cuma boleh satu jenis budaya dalam waktu dua tahun. Nah, kita kan tahun lalu sudah masukin jamu. Sekarang kan jamu berproses. Nah, udah ada lagi nih beberapa jenis budaya yang siap (untuk didaftarkan ke UNESCO),” tuturnya.

Follow Berita Okezone di Google News

“Ada reog dan segala macem. Mereka udah siap loh. Itu bahkan reog sudah bergerak sejak tahun 2011. Mengembangkan, membuat dokumentasinya dan segala macem. Tiba-tiba sekarang muncul kebaya. Apa mereka mau melipir dulu? Yaudah deh kebaya masuk, dan itupun tahun depan loh, bukan tahun ini,” lanjutnya.

Rahmi juga menambahkan, sebenarnya suatu negara tak memiliki urgensi untuk mendaftarkan warisan budayanya ke UNESCO. Meski begitu, tak dapat dipungkiri, bahwa tentu terdapat keuntungan yang bisa didapatkan suatu negara jika warisan budayanya telah didaftarkan ke UNESCO.

“Sebenarnya kalau yang sudah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, kalau saya nggak salah, kita bisa dapet budget untuk pelestarian budaya. Candi Borobudur misalnya, nah itu tuh ada dananya dari dunia. Untuk pelestarian,” ungkapnya.

“Kebaya kan juga warisan budaya tak benda ya, itu mungkin juga nanti akan difasilitasi soal sosialisasinya, soal aspek ekonominya oleh dunia. Itu keuntungannya kalau kita mendaftar ke UNESCO,” imbuhnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini